Fans bola Inggris terlalu diatur

Fans sepakbola Inggris
Keterangan gambar,

Polisi membantah terlalu banyak mengatur para penonton

Para penggemar sepak bola di Inggris dan Wales masih terus menghadapi pemeriksaan dan aturan yang terlalu banyak, kata Federasi Pendukung Sepakbola (FSF).

Juru bicara FSF Amanda Jacks mengatakan penonton sepak bola masih saja "harus berhadapan dengan aturan yang terlalu keras, setiap minggu."

Dia mengatakan hal ini dalam program Today, Radio 4 BBC bahwa polisi salah memperlakukan para pendukung seperti hooligans atau penggemar fanatik sepakbola yang suka buat onar padahal sekarang kebanyakan fans sepak bola adalah orang-orang berkeluarga dan punya anak.

Asosiasi para perwira polisi (ACPO) mempertanyakan klaim tersebut.

Andrew Holt, asisten kepala polisi di Kepolisian Yorkshire Selatan yang menangani masalah sepak bola untuk ACPO mengatakan, 43% pertandingan Liga Utama saat ini tidak dijaga polisi, sebaliknya justru hanya mengandalkan petugas penjaga ketertiban yang bekerja untuk klub sepak bola masing-masing.

"Jika anda lihat klub seperti Sheffield Wednesday, mungkin 20 tahun lalu South Yorkshire akan mengirimkan lebih dari seribu polisi ke pertandingan yang beresiko tinggi," kata dia.

"Jumlah itu sekarang turun menjadi tak sampai 300, itu mencerminkan perubahan dalam sepak bola dan perubahan dalam demografi penggemar sepak bola."

Amanda Jacks yang menangani masalah hukum serta ketertiban untuk FSF, Federasi Pendukung Sepakbola mengatakan seharusnya tingkat pengawasan di lapangan sepak bola bisa lebih rendah lagi melihat fakta bahwa penangkapan polisi sekarang turun menjadi satu penangkapan untuk setiap 10.000 orang dan hanya satu diantara 10 penangkapan yang merupakan pelanggaran dengan kekerasan.

"Demografi para penggemar sepak bola satu klub yang ikut bertandang dengan klubnya ke kota lain, berubah drastis. Sekarang semakin banyak adalah keluarga, anak-anak dan perempuan," kata dia.

"Yang ingin kami sampaikan kepada polisi adalah, nilai kami dari perilaku kami saat ini dan bukan dari reputasi kami."

FSF menurut jadwal akan membahas masalah ini dalam acara tahunan mereka yang akan datang, acara yang sering juga disebut "parlemennya para pendukung".

Organisasi ini mewakili para penggemar sepak bola dari seluruh Inggris dan Wales.