Keberuntungan untuk tinju

haye and klitschko
Image caption Wladimir Klitschko dan David Haye berpose dua tahun lalu di Wembley

Di setiap kelompok, kelas atau kumpulan biasanya selalu ada satu orang yang katakanlah begitu punya banyak bakat tetapi sepertinya tidak menghiraukan potensi yang dimilikinya.

Sesekali entah karena apa ia akan mengingatkan orang akan kemampuan yang ia miliki. Namun lebih seringnya, ia tidak hirau dan hanya membuat jengkel mereka yang mendukung atau mengecewakan khalayak termasuk dirinya sendiri.

Itulah dunia tinju. Sebuah olahraga yang mampu menyajikan situasi dramatis yang mencekam, memberi panggung bagi ekspresi keberanian dan ketabahan, menunjukkan seni berkelahi yang tinggi, tetapi seringkali menggelar pertarungan asal-asalan.

Pertarungan yang pada akhirnya malah membuat penggemar semakin antipati, kehilangan minat dan kemudian meninggalkan olahraga itu.

Namun setidaknya kabar akan bertarungnya David Haye dan Wladimir Klitschko Juli ini cukup memberi harapan akan terjadi pertarungan yang layak tonton setelah sekian lama dunia disuguhi pertarungan yang tidak bermutu.

Penggemar tinju tentu akan mengatakan bahwa tinju bukan hanya kelas berat dan pertarungan tinju yang memukau masih terjadi di kelas-kelas lain. Terutama kenyataan bahwa pertarungan yang paling ditunggu sebenarnya adalah di kelas menengah antara Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao. Tetapi rencana untuk mempertemukan keduanya dalam pertarungan yang disebut ''pertarungan paling hebat yang terakhir'' sepertinya tak akan terwujud.

Itulah sebabnya pertarungan antara pemegang sabuk WBA Haye melawan pemegang sabuk IBF dan WBO Klitschko menjadi penting.