Sepak bola Prancis dituding terapkan kuota ras

Pemain bola Prancis Hak atas foto AP
Image caption Tim nasional sepa kbola Prancis yang multi etnis menjadi sumber kebanggaan bagi banyak orang

Menteri Olahraga Prancis, Chantal Jouanno, meminta federasi sepakbola negara itu menjelaskan laporan bahwa kuota ras telah diterapkan secara diam-diam terhadap calon pemain bola.

Para anggota senior federasi dilaporkan secara rahasia telah menyetujui pembatasan jumlah calon pemain bola Arab atau kulit hitam sampai 30 persen mulai usia 12-13 tahun.

Federasi menyangkal telah menerapkan kebijakan seperti itu.

"Deskriminasi tidak punya tempat dalam olahraga, apakah itu di tempat penonton maupun dalam akademi-akademi pelatihan," kata Jouanno.

Ia berjanji untuk menegakkan jaminan adanya peluang sama dalam olahraga.

Ras menjadi masalah sensitif dalam sepakbola Prancis setelah penampilan jelek tim nasional dalam Piala Dunia tahun lalu di Afrika Selatan.

Tuduhan yang kontroversial beredar di sebagian kalangan bahwa tim, yang enam di antaranya berkulit hitam, melakukan pembangkangan di Afrika Selatan karena ras mereka.

Pengalaman di Afrika Selatan sangat berbeda dengan tahun 1998 ketika Prancis jatuh cinta dengan tim mereka yang multi etnis - kulit hitam, putih dan Arab - yang memenangkan Piala dunia .

'Benar-benar segregrasi'

Situs internet penyelidik Prancis, Mediapart, menurunkan laporan mengenai tuduhan kuota rahasia pada hari Kamis.

Mengutip sumber-sumber dalam Federasi Sepakbole Prancis (FFF), laporan itu mengatakan panduan yang katanya berasal dari Arahan Teknis Nasional (DTN) sudah dikirim ke akademi-akademi pelatihan.

Mediapart menuduh para anggota senior FFF termasuk pelatih nasional Laurent Blanc telah menyetujui kuota itu.

"Tujuan yang dinyatakan dalam DTN, namun tidak diumumkan pada masyarakat umum, adalah membatasi - dengan menyaring mereka mulai dari usia 12-13 tahun jumlah pemain Prancis keturunan Afrika dan Afrika Utara (keturunan Arab red.)," kata situs internet itu.

"Segregasi benar-benar diterapkan dalam sepakbola."

Berkomentar mengenai tuduhan itu menteri olahraga mengatakan:" Saya mencatat sangkalan dari Federasi Sepakbola Prancis mengenai adanya kebijakan semacam itu dan saya mengundang federasi untuk secepatnya memberikan penjelasan mengenai tuduhan dalam tulisan tersebut."

Juru bicara tim nasional Prancis, Philippe Tournon, mengatakan Laurent Blanc sangat marah atas tuduhan tersebut.

"Ia menyangkal keras bahwa dirinya mendukung seleksi berdasarkan etnis atau warna kulit," kata Tournon.

Berita terkait