Nasib GP F1 Bahrain ditentukan Jumat

GP F1 Bahrain Hak atas foto Getty
Image caption Gejolak politik memaksa pemerintah Bahrain menunda penyelenggaraan F1

Federasi olahraga otomotif Internasional (FIA) akan menggerlar pertemuan di Barcelona, hari Jumat (3/6) untuk membahas Grand Prix Formula 1 Bahrain.

GP Bahrain seharusnya digelar 13 Maret lalu namun ditunda karena pecah krisis politik di negara di Timur Tengah tersebut.

Penyelenggara lokal mengatakan sekarang mereka siap menggelar lomba balap ini. Namun para wartawan mengatakan FIA dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Di satu sisi panitia di Bahrain menegaskan lomba ini masih bisa digelar namun ada pula tekanan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia agar Bahrain dicoret dari penyelenggaraan tahun ini.

Kantor berita Reuters melaporkan kesulitan utama penyelenggaraan GP di Bahrain adalah ketatnya jadwal lomba dalam beberapa bulan ke depan.

GP Bahrain bisa digelar 30 Oktober yang semula dialokasikan untuk GP F1 India, sementara penyelenggaraan di India digeser ke 11 Desember.

'Selamatkan muka'

Bila ini disetujui maka kalender lomba tahun ini berakhir lebih lama dari rencana awal, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak 1963. Namun wacana ini ditentang tim Mercedes.

"Tim kami bekerja sejak Januari lalu. Sekarang diminta untuk bekerja hingga Desember. Itu berarti tidak ada liburan Natal buat mereka. Ini terlalu berat," kata direktur Mercedes, Ross Brawn.

"Secara pribadi saya menolak usul tersebut dan itu sudah saya katakan kepada Bernie Ecclestone (bos Formula 1)," imbuhnya.

Tim lain seperti McLaren dan Ferrari menyatakan tidak keberatan bila jadual tahun ini dimundurkan untuk mengakomodasi Bahrain.

Beberapa sumber mengatakan kepada Reuters, FIA bisa memakai alasan padatnya jadual untuk tidak menggelar GP Bahrain.

Dengan alasan ini pemerintah dan panitia lokal di Bahrain tidak akan kehilangan muka karena secara teknis GP ini sulit untuk digelar.

Berita terkait