Liga Inggris siap terapkan sistem keuangan UEFA

liga sepak bola Hak atas foto 1

Liga Sepak Bola Inggris mengatakan klub-klub anggotanya secara prinsip sepakat untuk menerima system keuangan fair play UEFA.

UEFA membuat peraturan baru itu untuk memastikan agar pembukuan keuangan klub-klub seimbang dan tidak merugi.

Klub sebanyak 72 itu, yang menghadapi kenaikan beban utang, pada prinsipnya menyetujui peraturan itu dalam pertemuan tahunan mereka.

"Ini merupakan langkah maju yang penting bagi sepakbola profesional," kata ketua Liga Sepakbola Greg Clarke.

"Peraturan itu akan membantu klub-klub anggota kami untuk lebih mengendalikan keuangan mereka," tambahnya.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya sangat berbesar hati dan terkesan dengan energi dan perhatian klub-klub kami pada masalah itu."

"Mereka merupakan katalisator bagi perubahan dan telah menunjukkan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengatur diri dalam bidang ini. Sayau capkan selamat atas langkah tegas mereka dalam hal ini."

Utang Rp10 triliun

Liga Sepak Bola ini antara lain bertanggung jawab atas kelangsungan tiga liga di Inggris (kecuali Liga Utama) dan Piala Carling.

Klub-klub anggota Liga Sepak Bola memberikan suara dukungan terhadap langkah baru itu dalam pertemuan mereka di Siprus, menyusul suatu presentasi oleh Andrea Traverso, kepala urusan lisensi klub dan keuangan yang wajar di UEFA.

Utang klub-klub Liga Sepak Bola itu kini berjumlah sekitar £700 juta (hampir Rp10 triliun), ungkap Greg Clarke kepada wartawan BBC Sport, Paul Fletcher, awal pekan ini, "dan lebih dari 80% dari utang ini menjadi beban klub-klub di divisi Championship."

Klub-klub Championship (yang berada satu tingkat di bawah Divisi Utama) sepakat untuk mengupayakan agar peraturan baru itu "dikembangkan dan disahkan pada awal musim pertandingan 2012/13," kata Clarke.

Klub-klub Divisi Satu (yang berada dua tingkat di bawah Divisi Utama) juga telah setuju untuk memperkenalkan protokol pengelolaan gaji (SCMP) mulai musim mendatang, di mana tim hanya akan diperbolehkan membelanjakan uang mereka untuk gaji pemain sebanyak proporsi tertentu dari jumlah penghasilan mereka.

SCMP sudah mulai diterapkan di Divisi Dua (yang berada tiga tingkat di bawah Divisi Utama) dengan batasan 60%, yang akan berkurang menjadi 55% mulai musim panas nanti.