Prancis Terbuka Grand Slam terbesar

nadal djokovic Hak atas foto Getty
Image caption Rafael Nadal dan Novak Djokovic bersaing membuat sejarah di Prancis Terbuka.

Turnamen Prancis Terbuka tahun ini menjadi turnamen Grand Slam paling penting untuk tahun ini karena konteks pertaruhan prestasi di elit pertenisan dunia, kata bekas finalis di turnamen ini Robert Soderling.

Kalau memenangkan turnamen di Roland Garros, Paris ini maka pemain nomor satu dunia Novak Djokovic akan memegang semua empat turnamen Grand Slam pada saat bersamaan, sementara Rafael Nadal sedang berusaha menjadi orang pertama yang memenangkan Prancis Terbuka untuk ketujuh kalinya.

Dua pemain empat besar dunia, Roger Federer dan Andy Murray juga memiliki target sendiri-sendiri.

Federer ingin kembali memantapkan posisinya sebagai pemain terbaik dunia dengan cara memenangkan turnamen ini, sementara Murray ingin untuk pertama kalinya memenangkan turnamen Grand Slam.

Persaingan Nadal-Djokovic

Tetapi sorotan terbesar tetap pada Djokovic dan Nadal.

''Begitu besar yang dipertaruhkan oleh Djokovic, begitupun Nadal,'' kata Soderling kepada BBC.

''Dalam konteks itu, Prancis Terbuka merupakan Grand Slam terbesar tahun ini.''

Djokovic mengalahkan pemain nomor dua dunia Nadal di tiga final Grand Slam terakhir. Terakhir kali Djokovic kalah di turnamen Grand Slam adalah di Roland Garros 2011 ketika takluk di semifinal di tangan Roger Federer, yang kemudian kalah dari Nadal di final.

Namun semenjak kalah dari Djokovic di Australia Terbuka awal tahun ini, Nadal dalam dua pertemuan melawan pemain Serbia ini, di Monte Carlo dan Roma, selalu menang. Bukan kebetulan kalau keduanya terjadi di lapangan tanah liat, sama dengan jenis lapangan di Roland Garros.

Soderling yang ditahun 2009 menjadi satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Nadal di Prancis Terbuka menambahkan, ''Akan selalu sulit untuk mengalahkan Nadal di Paris.''

''Ia selalu menjadi favorit selama bertahun-tahun dan begitu juga untuk tahun ini. Tetapi kali ini akan lebih berat untuknya. Begitu banyak pemain yang sedang naik penampilannya.''

Berharap Federer, menunggu Murray

Hak atas foto AP
Image caption Andy Murray tampil buruk menjelang Prancis Terbuka 2012.

Pemegang rekor 16 Grand Slam Roger Federer tiba di Paris dengan gelar turnamen lapangan tanah liat Madrid Terbuka dan semifinal Italia Terbuka ketika kalah dari Djokovic.

Dari empat besar dunia mungkin hanya Andy Murray yang datang ke Paris dengan kurang mantap. Dari tiga turnamen tanah liat yang ia ikuti tahun ini, prestasi terbaiknya hanya perempat final.

''Andy adalah pemain bagus dan mempunyai kualitas untuk memenangkan Grand Slam. Saya yakin ia akan melakukannya suatu saat nanti. Tetapi Anda harus bermain konsisten selama lima set untuk tujuh pertandingan dan itu sulit,'' kata Soderling.

Keraguan Soderling itu dibenarkan Gustavo Kuerten yang tiga kali memenangkan Prancis Terbuka. Walau tak meragukan kemampuan Andy Murray namun menurutnya yang paling punya peluang untuk bertemu di final adalah Djokovic dan Nadal.

''Nadal tak terbantahkan lagi merupakan pemain tanah liat terbaik yang pernah ada,'' kata bekas petenis asal Brasil itu.

''Untuk mengalahkan Nadal tidak harus selalu agresif terus menerus. Anda harus memaksanya mengambil risiko.''

''Djokovic menemukan cara untuk membuat Nadal tidak nyaman dan mengambil risiko. Inilah cara untuk mengalahkannya,'' kata Kuerten.

Berita terkait