Bonus besar menanti para atlet Cina

Ye Shiwen

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar,

Perenang Cina, Ye Shiwen, meraih dua medali emas di Olimpiade London.

Para atlet Cina peraih medali di Olimpiade London tidak hanya akan menerima banjir pujian dari pemerintah.

Mereka juga akan menerima insentif berupa bonus uang, yang nilainya diperkirakan jauh lebih besar dari bonus Olimpiade Beijing empat tahun silam.

Pemerintah pusat belum mengumumkan besaran bonus untuk peraih emas, perak, dan perunggu, namun laporan media lokal bahwa peraih emas akan menerima 500.000 yuan (setara dengan Rp745 juta) telah dibantah beberapa pejabat pusat.

Berapapun uang yang akan diterima, bonus dari pemerintah pusat hanyalah satu dari sekian banyak sumber bonus yang telah menanti para atlet Cina.

"Pemerintah provinsi akan berlomba-lomba memberikan bonus. Jika Guangdong mengumumkan akan mengeluarkan bonus sekian yuan misalnya, Zhejiang akan memberikan nilai bonus yang lebih besar," kata Fan Ye, atlet senam Cina yang berlomba di Olimpiade 2004 kepada kantor berita Reuters.

Provinsi Shaanxi di Cina utara telah berjanji akan mengeluarkan bonus 600.00 yuan kepada setiap peraih emas, sementara peraih perak akan mendapat hadiah uang 300.000 yuan.

Seperti halnya peraih medali di negara-negara lain, para atlet Cina juga akan menerima uang dari sponsor perusahaan swasta.

Tradisi bonus uang dimulai ketika Cina ambil bagian di Olimpiade 1984 di Los Angeles, setelah memboikot selama 32 tahun, sebagai protes atas partisipasi Taiwan di pesta olahraga terbesar di dunia ini.

Xu Haifeng yang meraih medali emas di cabang menembak menerima bonus sebesar 9.000 yuan.

"Pada tahun 1980-an nilai uang tersebut sangat besar," kata Xu kepada media di Cina.