PBSI ubah sistem untuk dorong prestasi

Gita Wirjawan
Image caption Kebijakan Gita Wirjawan mengubah sistem kontrak kolektif di PBSI mendapat sambutan pemain.

Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Gita Wirjawan menjanjikan sejumlah perubahan untuk mendorong prestasi atlet bulutangkis yang belakangan terpuruk di sejumlah turnamen bergengsi.

Sejumlah hal yang sudah dia lakukan adalah perampingan struktur organisasi yang hanya menitikberatkan perhatian pada empat hal utama yaitu pembinaan prestasi, keuangan, pembinaan di daerah dan dana usaha.

Saat ini setidaknya pencinta bulutangkis mengamati ada dua hal yang sudah diterapkan oleh Gita yaitu pembentukan tim pelatih yang telah mencatatkan sejumlah prestasi dan pengubahan pemberian insentif pemain lewat sistem kontak individual.

Untuk sisi tim pembinaan atlet dia mempercayakan penanganan atlet di pelatnas kepada sejumlah mantan pemain yang pernah menyumbangkan prestasi besar bagi dunia bulutangkis Indonesia seperti Rexy Mainaky, Susi Susanti, Joko Supriyanto, Reony Mainaky dan Sarwendah Kusumawardhani.

Nama pelatih kawakan tunggal putri yang pernah melahirkan pemain sekelas Susi Susanti dan Mia Audina, Liang Chiusia kembali diajak bergabung di Pusat Pelatihan Nasional Cipayung.

Pelatih berprestasi

Sebagian diantara mereka adalah pelatih yang menangani sejumlah tim negara lain namun sengaja didatangkan kembali ke Indonesia.

"Kedatangan mereka sangat signifikan sekali karena mereka terbukti mampu melahirkan prestasi luar biasa bagi tim negara tetangga maupun negara yang lebih jauh," kata Gita kepada Wartawan BBC Indonesia Andreas Nugroho.

"Contohnya adalah Reony Mainaky yang menahkodai tim di Jepang dan tentunya Rexy Mainaky yang mampu mengawal timnas Inggris, Malaysia dan sekarang Filipina."

Dia menjanjikan akan mendatangkan pelatih Indonesia berprestasi lainnya yang saat ini berada di luar negeri.

"Saya juga sudah bertemu Hendrawan yang saat ini menangani tim Malaysia dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdiskusi dengan orang seperti Hendrawan untuk kemungkinan pulang ke tanah air membawa kebanggaan bagi kita semua "

"Kita akan prioritaskan kawan-kawan yang sudah berhasil di luar negeri agar mereka bisa pulang," jelas Gita.

Ketua Bidang Pelatihan Nasional Cipayung, Christian Hadinata mengatakan ada banyak keuntungan jika pemain Indonesia ditangani oleh pelatih asal negeri sendiri ketimbang pelatih asing.

"Pelatih dalam negeri sudah sangat mengerti dan memahami karakter ataupun juga kultur dari atlet-atlet nasional sendiri dan saat ini sudah ada empat pelatih Indonesia di luar negeri yang telah dipanggil pulang termasuk Rexy Mainaky," jelas Christian.

Insentif menjanjikan

Selain sisi pembinaan hal lain yang juga diubah Gita adalah sistem kerjasama sponsor dengan pemain, pelatih dan asisten pelatih pelatnas yang semula bersifat kolektif kini bersikap individual.

"Sistem ini memungkinkan para sponsor untuk langsung berhubungan dengan para atlet dengan difasilitasi oleh PBSI," kata Gita.

Gita Wiryawan mengatakan sudah ada tujuh perusahaan olah raga yang telah mengikat kontrak kerjasama denga 81 atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas yang nilai kontraknya mencapai 33 miliar rupiah lebih.

Image caption Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir mendapat kontrak dari sponsor baru dengan nilai yang menjanjikan.

Kebijakan ini menurut Gita selain menguntungkan pemain secara finansial juga bisa mendorong pemain bersangkutan untuk berprestasi lebih baik lagi.

"Insya Allah ini akan sangat bisa meningkatkan semangat pelatih dan pemain kita untuk berprestasi."

PBSI menurut Gita juga menjanjikan bonus kepada pemain yang mampu menjuarai turnamen kunci cabang ini.

Picu kompetesi atlet

Langkah ini menurut pemerhati bulutangkis yang juga wartawan olahraga Ian Situmorang cukup bisa diharapkan dalam mendongkrak prestasi pemain di pelatnas.

"Perlakuan sponsor terhadap pemain yang sudah punya nama akan menjadi stimulus bagi pemain muda untuk bisa mendapat perlakuan yang sama," kata Ian.

Sejumlah pemain mengatakan sistem insentif yang diterapkan PBSI akan mendorong kompetesi lebih ketat terlebih kali ini ada imbalan yang tidak sedikit dari sponsor jika mereka meraih gelar juara di sebuah turnamen bergengsi.

"Kontrak ini sangat menguntungkan kita, jadi memacu kita untuk berprestasi agar nilai kontrak bisa lebih tinggi lagi," kata atlet bulutangkis nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad.

Ketua Bidang Dana dan Usaha PB PBSI Anton Subowo mengatakan saat ini nilai kontrak terendah atlet di pelatnas Cipayung pertahun berkisar antara 250 juta untuk pemain di level pemula hingga 1,5 miliar rupiah per-orang untuk atlet papan atas.