Ancaman relegasi menjauh dari Aston Villa

Aston Villa
Image caption Christian Benteke sudah mencetak 22 gol sepanjang musim ini.

Manajer Aston Villa, Paul Lambert, memuji Christian Benteke yang mencetak tiga gol dalam kemenangan 6-1 atas Sunderland.

"Dia hebat. Dia pemain besar, karir besar berada di depannya," tutur Lambert.

"Untuk pemain berusia 22 tahun, dia memainkan banyak pertandingan dengan tekanan tinggi untuk klub maupun negaranya," tambah Lambert.

Kemenangan Villa atas Sunderland membuat Villa menjauh dari ancaman relegasi dengan selisih lima angka dari Wigan yang saat ini masih berjuang dari tiga peringkat bawah.

Dua klub, Queens Park Rangers dan Reading, sudah dipastikan tersingkir dari dari Liga Primer Inggris musim depan.

Benteke berhasil mencetak tiga gol untuk Villa pada babak kedua dalam waktu 17 menit, yang menambah jumlah golnya menjadi 22 sepanjang musim ini.

Walau posisi Villa belum pasti aman karena masih harus bersaing dengan beberapa klub lain -seperti Newcastle, Wigan, Sunderland- peluangnya kini terbuka.

Redknapp tetap di QPR

Tiga sisa pertandingan Villa adalah menghadapi Norwich, Chelsea dan Wigan. Pertandingan terakhir melawan Wigan bisa jadi akan menjadi pertarungan yang menentukan.

Sementara Wigan saat ini masih memiliki satu pertandingan tambahan namun masih harus memecah perhatian karena akan bertanding di final Piala FA melawan Manchester City, Sabtu 11 Mei.

Dalam perkembangan lain, Harry Redknapp akan tetap menjabat manajer Queens Park Rangers walau terelagasi dari Liga Primer.

"Saya kira tidak ada masa baginya untuk berpikir tidak bersama kami namun meneruskan proyek yang sudah dia mulai," tutur salah seorang pemilik QPR, Tony Fernandes usai bertemu dengan Redknapp

Redknapp sendiri sudah mengatakan tidak pernah terlintas di pikirannya untuk meninggalkan QPR walau dia menyebut musim ini sebagai 'bencana' bagi klub itu.

Dia ditunjuk menjadi manajer QPR untuk menggantikan Mark Hughes yang diberhentikan pada November lalu, ketika QPR berada di posisi paling bawah dengan hanya mengumpulkan empat angka dari 12 pertandingan.

Pada masa-masa awal di QPR, dia masih yakin akan mempertahankan klub itu di Liga Primer namun ternyata tidak tercapai.

Berita terkait