AC Milan tolak jual El Shaarawy

ac milan
Image caption Stephan El Shaarawy saat memperkuat timnas Italia di Piala Konfederasi di Brasil.

Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani menyatakan, pihaknya telah menolak tawaran sekitar 30 juta euro atau sekitar Rp 384 miliar untuk menjual ujung tombaknya, Stephan El Shaarawy.

Sebelumnya, El Shaarawy - yang berusia 20 tahun - disebut-sebut telah diinginkan klub-klub kaya seperti Manchester City dan Chelsea setelah mencetak 16 gol bagi AC Milan pada musim kompetisi yang lalu.

Walaupun telah merumput dua musim bersama klub yang bermarkas di Kota Milan, Italia, penampilan El Shaarawy dianggap kurang optimal, sehingga melahirkan spekulasi tentang masa depannya di AC Milan.

Namun demikian, AC Milan pelan lalu menyatakan bahwa mereka tidak akan menjual pemain timnas Italia ini.

Adriano Galliani mengaku bahwa pihaknya telah menolak pendekatan yang dilakukan sebuah klub kaya yang hendak mendapatkan pemain keturunan Mesir itu.

"Saya tidak akan memberitahukan jati diri pihak yang telah menawar untuk mendapatkannya. Tapi, percayalah, kami menerima tawaran yang sangat besar," kata Adriano, seperti dikutip situs sepak bola ESPN.

'Klub terkenal'

"Klub yang mengajukan tawaran itu adalah klub yang terkenal," kata Adriano.

Menurut Adriano, dia telah membicarakan soal tawaran ini dengan El Shaarawy setelah dia memperkuat timnas Italia di Piala Konfederasi 2013 di Brasil.

"Dan, saya bertanya padanya: 'apa yang dia inginkan'. Dia berkata uang miliknya sudah lebih dari cukup, dan dia mengaku tidak akan meninggalkan AC Milan".

Galliani mengatakan AC Milan sangat percaya pada kemampuan anak asuhnya itu di lapangan. Pihaknya juga tidak terlalu mengkhawatirkan penampilannya pada musim lalu.

"Dia memang sempat tidak produktif, tapi dia selalu bekerja keras demi tim".

"Lagipula dia baru berusia 20 tahun, sehingga wajar saja masih mengalami pasang-surut. Bahkan ini juga terjadi pada sosok penyerang Edinson Cavani (pemain timnas Uruguay, yang memperkuat klub Napoli) tidak mencetak gol selama dua bulan."

Berita terkait