Sebastian Vettel: Era Schumacher jauh lebih membosankan

Sebastian Vettel
Image caption Sebastian Vettel kembali diunggulkan untuk merebut juara dunia tahun ini.

Sebastian Vettel mengatakan yakin bahwa era dominasi Michael Schumacher di Formula 1 jauh lebih membosankan dibandingkan prestasi fenomenalnya dalam beberapa tahun belakangan.

Vettel akan merebut gelar juara dunia untuk keempat kalinya berturut-turut, seandainya menang di Jepang hari Minggu ini dan lawan terdekatnya, Fernando Alonso, hanya menempati urutan sembilan atau di bawahnya.

Beda poin Vettel-Alonso saat ini terpaut jauh, 77 poin, yang membuat pembalap Inggris, Lewis Hamilton, mengatakan bisa memahami 'kekecewaan' para penggemar F1 karena hasil lomba terlalu mudah untuk diperkirakan, seperti yang pernah terjadi di era Schumacher.

Hamilton mengatakan dulu ia sering menonton F1 di awal lomba, tertidur, dan kemudian terbangun melihat Schumacher juara.

Menanggapi komentar Hamilton, Vettel mengatakan, "Pertama-tama tentu ini adalah pujian."

Jauh lebih ketat

"Tapi kasus saya berbeda. Misalnya lomba di Singapura (bulan lalu)," kata pembalap Red Bull ini.

Ia menjelaskan bahwa dalam lomba di Singapura dan juga di Korea dan Belgia, para pembalap bersaing ketat hingga menit-menit terakhir lomba.

"Jika kita lihat 10 tahun lalu, beda pencapaian waktu di antara para pembalap sangat lebar, bisa mencapai 60 detik. Itu bedanya dengan sekarang," jelas Vettel.

Ia menambahkan dengan beda waktu hanya tiga atau empat detik, seperti yang sekarang terjadi, kesalahan kecil bisa membuat fatal, karena pembalap di belakang dengan mudah akan merebut posisi terdepan.

Belakangan Hamilton mengatakan komentarnya disalahartikan dan memberikan klarifikasi di Twitter dengan menyebut Vettel sebagai pembalap hebat dan pribadi yang lucu dan sederhana.

Vettel mengatakan ia tak terlalu mempermasalahkan komentar Hamilton dengan mengatakan hubungan dirinya dengan Hamilton baik-baik saja.

Berita terkait