AFC sambut dibolehkannya pemain berjilbab

Pemain putri mengenakan jilbab Hak atas foto AFP
Image caption Abeer Al Nahar, pemain tengah tim nasional Yordania, bermain dengan mengenakan jilbab.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyambut baik keputusan FIFA membolehkan pemain sepak bola putri bertanding dengan mengenakan jilbab.

Presiden AFC, Shaikh Salman Ebrahim Al Khalifa, dalam satu pernyataan hari Selasa (04/03) mengatakan keputusan tersebut akan membuat sepak bola putri semakin populer di negara-negara Asia Barat yang berpenduduk mayoritas Muslim.

"Sepak bola putri masih dalam tahap awal di Asia Barat dan saya sungguh berharap ini akan menjadi perkembangan yang menggembirakan," katanya.

"Keputusan FIFA ini memungkinkan negara-negara Asia Barat menurunkan tim sepak bola putri di berbagai kejuaraan internasional," tambahnya.

Penggunaan jilbab oleh pemain putri di lapangan dilarang FIFA hingga 2012 dengan alasan jilbab bisa menyebabkan pemain mengalami cedera di leher dan di kepala.

Namun Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mengizinkan pemain mengenakan jilbab dan melakukan uji coba selama dua tahun atas permintaan AFC.

Hari Sabtu (01/03) pekan lalu FIFA mengeluarkan keputusan yang membolehkan pemain memakai jilbab dan serban di lapangan.

"Diputuskan bahwa para pemain putri dapat menutup kepala saat bertanding," kata Sekretaris Jendral FIFA Jerome Valcke.

Tidak semua anggota FIFA mendukung keputusan ini.

Prancis misalnya tetap melarang jilbab dan serban untuk menghormati prinsip Prancis sebagai negara sekuler.

Berita terkait