Piala Dunia di Brasil diprotes warga

protes sao paulo Hak atas foto AFP
Image caption Protes Gerakan Tunawisma menentang Piala Dunia ini menyebabkan kemacetan.

Ribuan warga Brasil melakukan demonstrasi mengecam kurangnya perumahan dan buruknya sektor umum serta tingginya biaya untuk penyelenggaraan Piala Dunia.

Selama unjuk rasa Kamis malam waktu setempat (23/05), penjagaan diperketat oleh polisi yang dilatih untuk menangani pemrotes tanpa senjata bila demonstrasi berkembang lebih jauh.

Polisi mengatakan sekitar 5.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa ini sementara penyelenggara menyebutkan jumlahnya lebih tinggi.

Unjuk rasa menyebabkan lalu lintas terganggu dan sejumlah kantor dan toko ditutup lebih awal.

Walaupun hujan, Gerakan Pekerja Tunawisma mengatakan demostransi itu merupakan salah satu yang terbesar dalam gelombang protes dalam minggu-minggu terakhir ini menjelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 12 Juni.

'FIFA pulang'

"Kami berada di sini untuk memprotes Piala Dunia, menentang besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk Piala Dunia sementara kami tidak punya rumah atau fasilitas kesehatan atau yang lain," kata Luiz Giovani, anggota gerakan itu kepada kantor berita AFP.

Spanduk yang dibawa para demonstran termasuk yang bertuliskan "FIFA pulang," mengacu pada organisasi sepak bola dunia.

Piala Dunia menghabiskan anggaran US$11 miliar.

Legenda sepak bola Brasil, Pele, mengatakan demonstrasi ini dapat mempengaruhi penyelenggaraan turnamen bola itu.

Selain protes, polisi, guru dan penjaga keamanan bank juga melakukan pemogokan dalam beberapa minggu terakhir.

Pekan lalu, sekitar 5.000 anggota gerakan tunawisma membakar ban mobil dan berpawai ke Corinthians Arena, stadion Piala Dunia di Sao Paulo, juga sebagai protes atas tingginya anggaran turnamen sepak bola dunia itu.

Berita terkait