Mourinho tuding FA 'benarkan' pembalasan

Jose Mourinho Hak atas foto Reuters
Image caption Mourinho menganggap saat itu Diego Costa adalah 'man of the match'.

Pelatih Chelsea Jose Mourinho menyebut, putusan FA yang membatalkan kartu merah bagi pemain Arsenal, Gabriel Paulista, merupakan preseden yang berbahaya.

"Sekarang kita tahu, pembalasan dibolehkan. Tak masalah, kita bisa melakukannya," kata Mourinho dengan nada sarkastis.

Gabriel diusir wasit setelah menyepak Diego Costa dalam pertandingan Liga Primer hari Sabtu yang berakhir 2-0.

Peristiwa itu didahului percekcokan Gabriel dengan Costa, setelah Costa mendorong-dorong muka pemain Arsenal Laurent Koscielny dengan tangannya, dan menjatuhkannya dengan dadanya.

Banding Arsenal atas kartu merah Gabriel itu dikabulkan FA.

Sementara dalam pemeriksaan terpisah, Diego Costa dinyatakan melakukan perilaku kasar di lapangan yang tak dilihat wasit, dan FA menjatuhkan hukuman larangan bertanding tiga kali baginya.

Yang diperbaiki cuma 5%

Hak atas foto PA
Image caption Wenger menganggap putusan FA nyaris tak mengubah apa-apa.

Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengatakan, keputusan FA menghukum Costa dan membatalkan kartu merah Gabriel hanya 'memperbaiki kerusakan 5% saja' untuk pertandingan yang berbuah kekalahan bagi timnya itu.

Adapun Mourinho mengatakan tak akan bicara tentang larangan bertanding bagi Costa.

"Jika saya membawa perasaan saya dalam diskusi ini, hukuman berat akan menunggu saya, dan itu tidak saya inginkan," katanya.

"Tim kami sudah kehilangan seorang pemain yang sangat penting, dan saya kira jangan sampai mereka kehilangan manajernya pula."

"Lebih gampang menerima kenyataan pemain cedera, tapi situasi macam ini membekas jauh lebih dalam, dan tim kami terluka karenanya," kata Mourinho.

Di sisi lain, Arsene Wenger mengatakan, hukuman ini menunjukkan mereka mengambil keputusan sesudah pertandingan padahal seharusnya hukuman terjadi saat pertandingan.

"Mereka memperbaiki 5% kerusakan yang terjadi pada kami. Seharusnya kami (sesudah perilaku Costa) bermain dengan 11 orang melawan 10 orang. Tetapi yang terjadi sebaliknya: kami bermain dengan 10 orang melawan 11 orang."

"Beberapa situasi di pertandingan itu kalau kita lihat lagi, susah untuk dipahami," tambah Arsene Wenger pula.

Berita terkait