Mogok di Prancis menjelang Piala Eropa dikecam

Mogok kerja di Prancis Hak atas foto Volodymyr.Mula
Image caption Layanan transportasi umum di sejumlah kota Paris berhenti total.

Menteri Lingkungan Prancis, Segolene Royal, meminta serikat-serikat pekerja untuk mengakhiri mogok kerja nasional yang melumpuhkan sebagian aktivitas menjelang pembukaan putaran final Piala Eropa mulai Jumat (10/06).

Royal menyebut aksi itu kekacauan. "Orang-orang menghendaki kondisi pulih, agar kekacauan ini berakhir," katanya kepada media setempat.

Ditambahkannya 'tidak benar jika sebuah negara modern untuk terus terganggu secara permenen'.

"Kebanggaan Prancis dipertaruhkan," tegasnya sambil mengatakan bahwa kemampuan negara itu untuk menggelar acara global juga dipertaruhkan.

Hak atas foto EPA
Image caption Putaran final Piala Eropa akan digelar di 10 stadion yang tersebar di Prancis.

Sementara itu Menteri Olahraga, Patrick Kanner, menuduh serikat pekerja CGT dan Sud melancarkan taktik gerilya karena memelopori mogok nasional untuk menuntut pembatalan reformasi ketenagakerjaan yang dianggap kontroversial.

Mogok nasional itu telah mengganggu sebagian aktivitas warga, termasuk layanan transportasi dan kebersihan kota.

Kejuaraan sepak bola Piala Eropa 2016 akan diikuti oleh 24 tim selama 30 hari dan pertandingan pembukaan antara tuan rumah Prancis melawan Rumania, akan digelar Jumat besok (10/06).

Adapun final akan diadakan tanggal 10 Juli di Stade de France yang terletak di ibu kota Paris.

Berita terkait