Laga perdana Euro 2016, tuan rumah Prancis petik tiga angka

Hak atas foto AP
Image caption Dua gol timnas Prancis ke gawang Rumania dicetak Olivier Giroud dan Dimitri Payet.

Prancis memetik tiga angka dan bertengger di puncak klasemen Grup A setelah gelandang Dimitri Payet mencetak gol ke gawang Rumania pada penghujung laga pembuka Euro 2016 di Stade de France, Jumat (10/06) waktu setempat.

Di stadion yang menjadi salah satu lokasi pengeboman, November 2015 lalu, tim nasional Prancis mendapat sokongan penuh dari publik tuan rumah. Namun, serangan demi serangan Les Bleus—julukan timnas Prancis—dapat dipatahkan Rumania.

Kondisi tersebut, sebagaimana dikatakan pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyulitkan anak-anak asuhannya.

“Rumania membuatnya rumit. Selama 20-25 menit pertama, kami mengalami kesulitan. Pertandingan pembuka turnamen menjadi seperti laga final dan kami agak ragu-ragu,” kata Deschamps.

Hak atas foto Getty
Image caption Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menambah daya gedor timnas Prancis pada babak kedua dengan memasang empat pemain di lini depan.

Usai turun minum, Deschamps menambah daya gedor timnas Prancis dengan memasang empat pemain di lini depan. Taktik itu terbukti jitu. Pada menit ke-58, Olivier Giroud menyambut umpan silang Payet dengan tandukan yang berakhir di jala gawang Rumania.

Namun, Rumania belum takluk. Selang tujuh menit kemudian, Bogdan Stancu menjebol gawang Prancis melalui tendangan di titik putih setelah Patrice Evra menjatuhkan Nicolae Stanciu di dalam kotak penalti.

Laga sepertinya berakhir imbang. Akan tetapi, semenit menjelang penghujung pertandingan, Payet melepas tendangan ke pojok kiri gawang Rumania. Skor pun 2-1 untuk timnas Prancis.

Hak atas foto Getty
Image caption Turnamen Piala Eropa 2016 atau Euro 2016 diadakan di Prancis pada 10 Juni 2016 hingga 10 Juli mendatang.

Saat digantikan pada menit-menit akhir, Payet menangis haru. Publik tuan rumah berdiri memberikan tepuk tangan.

“Emosi keluar berbarengan dengan terciptanya gol. Begitu banyak stres, begitu besar tekanan. Jika seseorang memberi tahu saya sebelumnya bahwa pertandingan akan berakhir demikian, rasanya saya tidak akan percaya,” kata Payet, yang membela West Ham United di Liga Primer, kepada kantor berita AFP.

Di sisi lain, pelatih Rumania Anghel Iordanescu tak bisa menahan kekecewaan lantaran tidak bisa meraih satu angka untuk hasil imbang.

“Sakit rasanya kalah saat pertandingan memasuki menit ke-89. Tendangan yang bagus dari pemain hebat,” kata Iordanescu.

Berkat hasil itu, Prancis memimpin Grup A dengan tiga poin. Dua penghuni Grup A lainnya, Albania dan Swiss, akan berhadapan di Lens, pada Sabtu (11/06).

Berita terkait