Inggris 'khawatirkan pengamanan' laga Euro 2016 di Lille

Pendukung Rusia Hak atas foto AP
Image caption Jaksa penuntut Prancis mengatakan 150 perusuh sepak bola dari Rusia terlibat kekerasan di Marseille.

Asosiasi sepak bola Inggris, FA, mengungkapkan kekhawatiran serius atas keamanan di Lille, yang akan menjadi tempat bertemunya lagi pendukung Inggris dan Rusia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua FA, Grek Dyke, menanggapi surat dari UEFA -otorita sepak bola Eropa penyelenggara Piala Eropa 2016- yang menyebut pendukung Inggris bersalah dalam kerusuhan antara kedua pendukung.

Pendukung Inggris akan datang ke Lille menjelang pertandingan Inggris melawan Wales, Kamis 16 Juni, namun sehari sebelumnya Rusia yang bertanding melawan Slowakia.

Jadi ada kemungkinan kedua pendukung akan bertemu kembali setelah insiden di Marseille Sabtu (11/06) pekan lalu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kerusuhan antarpendukung Inggris dan Rusia juga terjadi di luar stadion Marseille.

Jaksa penuntut Prancis mengatakan 150 perusuh sepak bola asal Rusia terlibat dalam kekerasan di Marseille dan enam pendukung Inggris serta dua pendukung Rusia ditangkap.

Tim Rusia dan Inggris juga menghadapi risiko dikeluarkan oleh UEFA jika terjadi kerusuhan lagi.

Menurut Greg Dyke tidak benar jika pendukung Inggris yang dituding dalam kerusuhan di Marseille.

Hak atas foto PA
Image caption Grek Dyke mengakui sebagian kecil pendukung Inggris terlibat dalam insiden kekerasan.

"Hal itu bertentangan dengan bukti video serta kenyataan bahwa komite indisipliner Anda hanya menganjurkan sanksi atas Persatuan Sepak bola Rusia."

Dyke menambahkan pengamanan di stadion 'tidak bisa diterima' karena pendukung bisa membawa mercon dan penyala api. Selain itu, menurut Dyke, pemisahan antara pendukung Rusia dan Inggris tidak cukup baik.

Diakui bahwa minoritas pendukung Inggris terlibat dalam insiden tersebut, "Tapi mohon diakui bahwa puluhan ribu berperilaku positif," tulis Gre Dyke dalam suratnya.

Berita terkait