Rusia tuding pendukung Inggris di Piala Eropa

Marseille Hak atas foto Reuters
Image caption Pendukung Inggris dan Rusia juga bentrok di luar stadion Marseille.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan tidak mungkin mengabaikan 'provokasi kasar' yang dilakukan para pendukung Inggris dalam Piala Eropa 2016.

Hal itu disampaikannya menanggapi sanksi percobaan atas Rusia terkait kerusuhan dalam pertandingan Rusia-Inggris di Marseille, Sabtu 11 Juni.

Otorita sepak bola Eropa, UEFA, mengancam Rusia akan didiskualifikasi dari Piala Eropa 2016 jika pendukungnya kembali melakukan kerusuhan.

Dalam pertemuan dengan parlemen Rusia, Lavrov mengatakan secara umum perilaku dari sejumlah pendukung Rusia memang tidak bisa diterima -seperti membawa obor api ke dalam stadion.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kepada anggota parlemen, Lavrov mengatakan kekerasan dari pihak lain diabaikan.

Namun dia mengeluh karena kekerasan oleh pihak lainnya diabaikan.

"Kita tidak bisa menutup mata dengan aksi provokasi yang tidak bisa diterima oleh para pendukung negara lain," katanya.

"Anda mungkin melihat gambar di TV ketika bendera Rusia diinjak-injak," tambahnya merujuk pada pendukung Inggris yang menginjak bendera Rusia.

Dia juga memprotes upaya polisi Prancis yang menghentikan bus yang membawa pendukung Rusia.

Jaksa penuntut Prancis sebelumnya mengatakan 150 perusuh sepak bola asal Rusia terlibat dalam kekerasan di Marseille dan enam pendukung Inggris serta dua pendukung Rusia ditangkap.

Berita terkait