Setelah kalah adu penalti, Italia pulang dengan 'kepala tegak'

Hak atas foto Getty
Image caption Ekspresi para pemain timnas Italia ketika adu penalti melawan Jerman.

Ditaklukkan Jerman dalam drama adu penalti, timnas Italia meninggalkan jejak yang patut dikenang di ajang Piala Eropa 2016, kata sang pelatih Antonio Conte.

"Saya pikir kami telah meninggalkan jejak yang patut dikenang dalam turnamen ini," kata Conte, penuh emosional, dalam jumpa pers usai laga perempat final melawan Jerman.

Menurutnya, pihaknya telah bertempur secara habis-habisan dalam setiap pertandingan, termasuk ketika meladeni juara dunia Jerman di perempat final.

"Tapi dalam sepak bola selalu ada kemenangan dan kekalahan," kata pria 46 tahun yang akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih timnas Italia sebelum menjadi pelatih klub Chelsea.

Italia gagal melangkah ke semi final setelah dikalahkan Jerman melalui adu penalti 6-5 di Bordeaux, Sabtu (02/07) waktu setempat. Dalam waktu normal, kedua tim bermain seri 1-1.

Jerman lebih dulu mencetak gol melalui sontekan Mesut Oezil di menit ke-65. Tetapi sekitar dua belas menit kemudian, bek tengah Leonardo Bonucci menyamakan kedudukan melalui kotak penalti setelah tangan Boateng menyentuh bola.

Hak atas foto Getty
Image caption Adu penalti kemudian digelar setelah skor 1-1 tidak berubah hingga babak tambahan waktu 2x15 menit berakhir.

Adu penalti kemudian digelar setelah skor 1-1 tidak berubah hingga babak tambahan waktu 2x15 menit berakhir.

Dalam drama adu penalti, yang berakhir dengan skor 6-5 untuk Jerman, empat dari sembilan penendang penalti Italia gagal, sementara tiga dari penendang penalti di pihak Jerman gagal.

Di kubu Jerman, tendangan Thomas Muller berhasil ditepis Buffon, sementara tendangan Ozil terkena mistar gawang. Adapun tendangan Bastian Schweinsteiger ke atas gawang.

Empat tendangan Italia yang gagal diawali tendangan Simone Zaza dan Graziano Pelle yang melebar, serta sepakan Leonardo Bonucci dan Matteo Darmian yang berhasil ditepis kiper Jerman, Neur.

Tidak menyalahkan pemain

Sementara, bek tengah Italia Leonardo Bonucci, mengatakan, walaupun kecewa dengan hasil adu penalti, secara keseluruhan timnya telah tampil meyakinkan selama laga Piala Eropa 2016.

''Kami mampu tampil sebagai tim elit, ''kata Bonucci. ''Saya bangga apa yang telah kami lakoni, walaupun kami menyesali gagal adu penalti."

Hak atas foto Getty
Image caption Bek tengah Italia Leonardo Bonucci, mengatakan, walaupun kecewa dengan hasil adu penalti, secara keseluruhan timnya telah tampil meyakinkan.

''Selebihnya, saya salut untuk semua anggota tim dan pelatih. Meskipun kita hanya bersama sekitar satu bulan setengah, rasanya seperti sudah bertahun-tahun," ungkapnya dalam jumpa pers.

Selama ajang Piala Eropa 2016, penampilan lini belakang timnas Italia dikenal tangguh. Selain Bonucci, ada sosok Chiellini dan Barzagli di jantung pertahanan mereka.

Walaupun tidak bisa menutupi kekecewaannya, Antonio Conte menolak untuk meletakkan kesalahan kepada para pemainnya.

Conte mengakui Jerman adalah tim yang kuat, tetapi menurutnya timnya mampu memberikan perlawanan.

"Para pemain betul-betul telah memberikan kemampuan yang dimilikinya," kata mantan pelatih Juventus ini.

Hak atas foto Getty
Image caption Pemain Italia dan Jerman sempat mengheningkan cipta atas serangan teror di Bangladesh.

"Jadi, tidak ada yang bisa disalahkan dari kekalahan ini," ungkapnya.

Dalam jumpa pers usai pertandingan, Conte juga mengucapkan semacam perpisahan kepada anak asuhnya dan persepakbolaan Italia setelah dia memutuskan untuk melatih klub Liga Inggris, Chelsea.

"Saya berterima kasih kepada semuanya... Saya pikir kemenangan terbesar bagi saya adalah kerja sama bersama tim ini, mulai petugas yang menyiapkan kostum pemain hingga koki yang menyiapkan masakan untuk pemain," katanya agak emosional.

Berita terkait