Prancis waspadai perangkap Islandia

Hak atas foto Getty
Image caption Ujung tombak Prancis, Antoine Griezmann tengah latihan dengan disaksikan pelatih Didier Deschamp.

Timnas Prancis akan bersikap waspada agar tidak jatuh dalam perangkap Islandia seperti yang dialami timnas Inggris, kata pelatih Prancis Didier Deschamp.

Prancis harus mengalahkan Islandia di babak perempat final, Senin (04/7) dini hari Waktu Indonesia Barat, di Paris, jika ingin melaju ke semi final untuk menghadapi Jerman.

Islandia, yang berpenduduk sekitar 330.000 jiwa, di luar dugaan melaju ke perempat final dengan tampil menakjubkan saat menggilas Inggris 2-1 di babak 16 besar.

Di babak penyisihan grup, Islandia mampu merepotkan Portugal dengan bermain seri 1-1. Mereka juga memulangkan Austria dengan kemenangan 2-1.

Hak atas foto Getty
Image caption Di babak penyisihan grup, Islandia mampu merepotkan Portugal dengan bermain seri 1-1. Mereka juga memulangkan Austria dengan kemenangan 2-1.

"Para pemain tahu bahwa Islandia tidak berada di sini secara kebetulan. Jika mereka ada di sini (ajang Piala Eropa 2016) karena mereka layak dan berkualitas," kata Didier Deschamp.

Menurutnya, tim Islandia layak mengalahkan tim Inggris karena kualitas permainan mereka.

Harus berhati-hati

Tim debutan lain yang berhasil lolos ke semi final adalah Wales. Seperti Islandia, Gareth Bale dan kawan-kawan sebelumnyaini dianggap tidak mampu berbuat banyak di ajang Piala Eropa.

Tetapi Wales dan Islandia mampu membalikkan anggapan yang terkesan meremehkan mereka.

Hak atas foto AFP
Image caption Islandia, yang berpenduduk sekitar 330.000 jiwa, di luar dugaan melaju ke perempat final dengan tampil menakjubkan saat menggilas Inggris 2-1 di babak 16 besar.

Sikap meremehkan seperti itu, menurut kiper Prancis sekaligus kapten tim, Hugo Lloris, tidak pernah terlintas pada dirinya dan rekan-rekannya. "Tanpa perlu melihat apa yang terjadi pada Wales, kita pada dasarnya harus berhati-hati di dalam menghadapi kompetisi besar seperti Piala Eropa ini, "katanya.

Di penyisihan grup, saat menghadapi Rumania dan Albania, Prancis baru bisa mencetak gol pada menit-menit terakhir.

Bahkan ketika menghadapi Irlandia, anak asuh Deschamp harus tertinggal dulu, sebelum ujung tombaknya Antoine Griezmann menjadi dewa penyelamat dengan mencetak dua gol.

Kehilangan Rami dan Kante

Menghadapi Islandia, Prancis bakal kehilangan bek tengah Adil Rami yang terkena hukuman akibat akumulasi kartu kuning.

Kemungkinan Deschamps akan memberikan posisi Rami kepada pemain 22 tahun yang dipinjamkan kepada Barcelona, Samuel Umtiti.

Hak atas foto Getty
Image caption Kemungkinan Deschamps akan memberikan posisi Rami kepada pemain 22 tahun yang dipinjamkan kepada Barcelona, Samuel Umtiti.

Jika dia diturunkan, laga melawan Islandia merupakan debut internasionalnya bersama bek Laurent Koscielny di jantung pertahanan Prancis.

Gelandang bertahan N'golo Kante juga dilarang bermain saat menghadapi Islandia karena akumulasi kartu kuning.

Pemain tengah Kingsley Coman, Moussa Sissoko and Yohan Cabaye kemungkinan akan ditunjuk untuk menggantikan posisi gelandang enerjik Leicester City ini.

Tanpa tekanan

Sementara, pelatih Islandia Lars Lagerback dan asisten pelatih Heimir Hallgrimsson mengatakan anak asuhnya mampu melaju ke perempat final karena tidak adanya tekanan yang besar.

Sebaliknya, lanjut Hallgrimsson, tekanan luar biasa kini mendera calon lawan yang mereka hadapi, Prancis.

"Ada perbedaan besar antara Islandia dan Prancis dalam laga nanti. Mereka jelas dalam tekanan. Jika mereka kalah dari kami, bisa dibayangkan apa yang mereka alami," kata Hallgrimsson.

Hak atas foto AFP
Image caption Kapten Islandia Aron Gunnarsson (kanan) dan kapten Prancis Hugo Lloris.

Tentu saja, warga Islandia akan senang apabila mereka mampu tampil baik dan terus melaju ke semi final.

"Kami tetap bermimpi besar, tapi kami realistis. Jelas permainan Prancis di atas kami," kata kapten Islandia Aron Gunnarsson.

Gunnarsson sendiri mengaku kondisinya fit walaupun sempat mengalami cedera pada punggungnya. "Saya merasa jauh lebih baik. Saya tidak sabar menunggu laga itu," ujar pemain Cardiff City ini

Menghadapi tuan rumah Prancis, Gunnarsson mendapat tugas 'mematikan' gelandang menyerang Prancis, Paul Pogba.

Berita terkait