Setelah diguncang teror, Prancis 'membutuhkan' gelar juara Piala Eropa

Hak atas foto Getty
Image caption Ronaldo dan Griezmann akan menjadi sosok penentu partai final Piala Eropa 2016.

Keberhasilan timnas Prancis menembus partai final Piala Eropa 2016 merupakan pencapaian penting bagi rakyat Prancis setelah negeri itu diguncang serangan teror November lalu.

"Warga Prancis benar-benar membutuhkan turnamen ini untuk menguatkan mereka agar selalu dalam kebersamaan," kata kiper sekaligus kapten timnas Prancis, Hugo Lloris.

Tuan rumah Prancis akan menjamu Portugal di final Piala Eropa 2016, Senin (11/07) dini hari di Stade de France, Paris.

Pada 14 November silam, saat digelar laga persahabatn timnas Prancis melawan Jerman, stadion ini merupakan salah-satu lokasi ledakan bom yang menewaskan 130 orang dan ratusan orang lainnya terluka.

Hak atas foto Getty
Image caption "Warga Prancis benar-benar membutuhkan turnamen ini untuk menguatkan mereka selalu dalam kebersamaan," kata kiper sekaligus kapten timnas Prancis, Hugo Lloris.

Prancis melaju ke final setelah mengalahkan juara dunia Jerman 2-0 di Marseille pada Kamis lalu dan difavoritkan untuk mengalahkan Portugal yang mengalahkan Wales di semi final.

Setelah Piala Eropa 2000 dan 1984

Apabila Prancis memenangi laga final, maka ini merupakan titel juara pertama mereka sejak Piala Eropa 2000. Enam belas tahun silam Prancis tampil sebagai juara setelah mengalahkan Italia di final.

Hak atas foto Getty
Image caption Timnas Prancis sebelum mengalahkan Italia di final Piala Eropa 2000.

Sebagai tuan rumah pada Piala Eropa 1984, Prancis juga menjadi juara setelah mengalahkan Spanyol di partai puncak. Saat itu, Prancis dikarunai empat pemain tengah berkualitas yaitu Platini, Giresse, Tigana dan Luis Fernandez.

Adapun Portugal tidak pernah satu kali pun menjadi juara Eropa, kecuali tampil di final pada Piala Eropa 2004 ketika mereka menjadi tuan rumah.

Hak atas foto Get
Image caption Timnas Prancis yang dimotori Platini, Giresse, Tigana dan Fernandez menjuarai Piala Eropa 1984.

Harian olah raga L'Equipe menggambarkan kemenangan timnas Prancis atas Jerman dengan judul berita "L'Extase" (The Ecstasy) setelah menggunakan judul berita "L'Horreur" (The Horror) pada 14 November setelah Paris mengalami serangan bom.

Kebersamaan ala Hugo Lloris

Pelatih timnas Didier Deschamps mengharapkan hasil terbaik dalam final nanti, tetapi ancaman itu muncul dari bintang Real Madrid, Ronaldo, yang kehadirannya mengantar timnas Portugal ke puncak final.

Hak atas foto Getty
Image caption Tim Prancis di Piala Eropa 2016.

Kiper sekaligus kapten timnas Prancis, Hugo Lloris menjelaskan betapa penting final piala eropa kali ini.

"Rakyat Prancis membutuhkan pelarian. Turnamen ini telah membuat kami kuat dalam kebersamaan," kata Lloris.

Hak atas foto Getty
Image caption Tim Portugal di Piala Eropa 2016.

"Kami masih memiliki satu langkah untuk menggapainya," kata pria berusia 29 tahun ini.

"Kami telah mengalami masa-masa sulit berupa kejadian tragis. Tapi kami bangga tampil di lapangan, dan kami benar-benar merasakan bahwa warga Prancis di belakang kami."

Sosok Griezmann

Pemain depan timnas Prancis, Antoine Griezmann, yang mencetak dua gol ke gawang Jerman, kini telah mencetak enam gol sekaligus pencetak gol terbanyak di turnamen ini.

Pemain klub Atletico Madrid ini diperkirakan akan meraih penghargaan sepatu emas alias Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak.

Dia berperan penting dalam perjalanan timnas Prancis, termasuk sumbangan golnya atas timnas Irlandia setelah tim tuan rumah sempat tertinggal.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemain depan timnas Prancis, Antoine Griezmann, yang mencetak dua gol ke gawang Jerman, kini telah mencetak enam gol sekaligus pencetak gol terbanyak di turnamen ini.

Di partai final, pemain berusia 25 tahun ini sangat diharapkan, dan pelatih Didier Deschamps yakin bahwa Griezmann akan mampu membawa beban tanggungjawab tersebut.

"Griezmann adalah pemain yang bagus, tidak hanya sebagai pemain," katanya. "Dia menyudahi musim turnamen yang sangat sibuk ini dengan membawa klubnya ke final Liga Champions."

"Dia adalah pemain berbakat dan kehadirannya sangat dibutuhkan timnas Prancis," tegasnya.

Pepe kembali dimainkan

Adapun timnas Portugal berharap hasil final Piala Eropa 2016 akan mengakhiri kutukan kegagalan mereka di berbagai pentas turnamen sepak bola internasional.

Di Piala Eropa 2004, Portugal gagal di partai puncak setelah dikalahkan 0-1 oleh Yunani. Mereka juga dikalahkan tuan rumah Jerman di semi final Piala Dunia 2006.

Hak atas foto Hulton archive
Image caption Timnas Portugal ketika menghadapi Korea Utara di Piala Dunia 1966, tetapi gagal ke final setelah dikalahkan Inggris.

Delapan tahun lalu, di ajang Piala Eropa yang digelar di Swiss dan Austria, langkah Portugal juga terhenti di perempat final. Empat tahun lalu di Ukraina Ronaldo dkk juga tersungkur di semi final.

Dan jauh mundur ke belakang, Portugal - yang berjaya melalui sosok penyerang Eusebio - gagal ke final Piala Dunia 1966 setelah menyerah pada tuan rumah Inggris di semi final.

Hak atas foto Getty
Image caption Pepe bakal dimainkan lagi setelah terkena hukuman bermain akibat akumulasi dua kartu kuning.

Bagaimanapun, Portugal kini sudah melangkah ke final dan kehadiran pemain berpengalaman, Pepe, di jantung pertahanan, akan memperkokoh pertahanan mereka.

Pemain Real Madrid ini sebelumnya dikenai larangan bermain karena akumulasi kartu kuning. Dia dilarang bermain saat rekan-rekannya mengalahkan Wales di semi final.

"Saya siap sepenuhnya, saya siap dimainkan," katanya. "Kami ingin menulis nama kami dalam sejarah dan kami percaya bahwa kami bisa tampil lebih baik."

Berita terkait