Kontingen pengungsi di Olimpiade 2016 “kirimkan harapan”

Hak atas foto Reuters
Image caption Kontingen pengungsi berlaga di bawah bendera Olimpiade.

Kontingen pengungsi yang terdiri dari 10 atlet dari empat negara disebut mewakili semangat solidaritas Olimpiade sekaligus mengirimkan harapan bagi jutaan pengungsi di seluruh dunia.

Hal itu disampaikan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, dalam pidato pada acara pembukaan Olimpiade 2016 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (05/08) malam waktu setempat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dari 10 atket kontingen pengungsi, lima di antara mereka berasal dari Sudan Selatan.

“Dengan semangat solidaritas Olimpiade dan dengan kehormatan terbesar, mari kita sambut tim pengungsi Olimpiade. Para atlet pengungsi, Anda mengirimkan pesan harapan kepada jutaan pengungsi di seluruh dunia.”

“Anda harus melarikan diri dari negara Anda karena kekerasan, kelaparan, atau hanya karena Anda berbeda, Dalam ranah Olimpiade, kami tak hanya menoleransi keberagaman, tapi kami juga menyambut Anda sebagai pengayaan pada kesatuan dan keberagaman kami,” kata Bach.

Hak atas foto httpiocnewsroom.com
Image caption Rami Anis dan Yusra Mardini, dua atlet asal Suriah dalam kontingen pengungsi pada Olimpiade 2016.

Pada parade pembukaan Olimpiade 2016, kontingen pengungsi bersatu di bawah bendera lima cincin Olimpiade.

Mereka terdiri dari lima atlet asal Sudan Selatan, dua atlet asal Republik Demokratik Kongo, dua atlet dari Suriah, dan satu atlet asal Ethiopia. Mereka bertanding di tiga cabang olahraga, yakni atletik, renang, dan judo.

Salah satu atlet kontingen pengungsi adalah Yusra Mardini, perenang asal Suriah.

Yusra berenang lebih dari tiga jam di perairan Yunani dan menyelamatkan belasan orang sesama pengungsi ketika perahu yang mereka tumpangi terbalik dan karam.

Pada Olimpiade 2016, gadis berusia 18 tahun itu akan bertanding di kategori 100 meter gaya bebas.

Berita terkait