Leicester City pimpin Grup G di Liga Champions

Hak atas foto AFP Getty
Image caption Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, menyambut gembira kemenangan pertama tim asuhannya di Liga Champions.

Juara Liga Primer musim lalu, Leicester City, berhasil memetik kemenangan pertama di ajang Liga Champions dengan mengalahkan juara Liga Belgia musim lalu, Club Brugge, dengan skor 3-0.

Kemenangan itu praktis membuat the Foxes—julukan Leicester City—memimpin Grup G lantaran pada pertandingan lain FC Porto hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan FC Copenhagen.

Bagi Leicester, hasil tersebut menjadi tonggak bersejarah mengingat kemenangan terakhir mereka di kompetisi Eropa adalah ketika menundukkan klub Irlandia Utara, Glenavon, pada ajang Cup Winners' Cup musim 1961-1962.

“Ini adalah awal yang sempurna. Kami menunjukkan apa yang kami mampu lakukan. Tanpa rasa takut, kami hanya memainkan sepak bola dengan gaya kami dan membiarkan hal itu yang berbicara,” kata ujung tombak Leicester, Jamie Vardy.

Bermain di hadapan pendukung Club Brugge, Leicester langsung mengambil kendali melalui gol Marc Albrighton saat laga baru berjalan lima menit.

Hak atas foto AFP
Image caption Dua dari tiga gol Leicester City dicetak gelandang asal Aljazair, Riyad Mahrez.

Dua gol lainnya diborong Riyad Mahrez. Gelandang asal Aljazair itu menjebol gawang tuan rumah lewat tendangan bebas pada menit ke-29 dan sepakan penalti pada menit ke-61.

Kemenangan ini disambut gembira manajer Leicester, Claudio Ranieri.

“Saya berkata kepada para pemain, ketika Anda mendengar musik Liga Champions, baterai Anda akan terisi dan membuat Anda ingin bertarung. Kemenangan ini penting bagi kami setelah kalah dari Liverpool. Kami mencetak gol sangat cepat dan memberi kami kepercayaan diri selama pertandingan,” kata Ranieri.

Pria asal Italia itu sebelumnya merendah saat ditanyai mengenai peluang Leicester menjuarai Liga Champions.

"Ada banyak tim besar. Untuk menang kami masih harus menulis kisah dongeng lainnya."

Leicester City diperkirakan merebut Piala Liga Champions dengan peluang yang amat rendah 50-1, walaupun musim lalu mereka juga mendapat peluang 50-1 di Liga Primer tapi akhirnya berhasil meraih gelar juara

Berita terkait