ManCity dapat 'mencapai kesuksesan' di Inggris dan Eropa

Khaldoon Al Mubarak Hak atas foto Rex Features
Image caption Khaldoon Al Mubarak (kiri) menjadikan Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City tahun ini.

Manchester City memasuki "tahap baru yang menentukan" setelah mencatat pemasukan terbesar tahun 2015-2016, kata pimpinannya Khaldoon Al Mubarak.

Pemasukan City sampai akhir Mei 2016 adalah £391,8 juta atau Rp62 triliun, suatu peningkatan sebesar 11,4%.

Klub ini mencatat keuntungan £20,5 juta atau Rp318 miliar.

Khaldoon mengatakan, "Kami memiliki kemampuan bermain, melatih, termasuk di luar lapangan untuk mencapai kebesaran di sepak bola Inggris dan Eropa dalam beberapa tahun ke depan."

Pemasukan City dari pertandingan dalam periode tersebut naik 21% menjadi £52,5 juta atau Rp829 miliar, pemasukan penyiaran naik 19% menjadi £161,4 juta atau Rp2,5 triliun, dan pemasukan komersial tumbuh 3% menjadi £177,9 juta atau Rp2,8 triliun. Klub tetap tidak memiliki utang.

Hak atas foto AP
Image caption Khaldoon Al Mubarak menyaksikan pertandingan melawan Portsmouth pada tahun 2008.

Sejak tahun buku berakhir, City membelanjakan £140 juta atau Rp2,2 triliun untuk mendapatkan pemain baru, termasuk membayar klub Everton sebesar £47,5 juta atau Rp749 miliar untuk mendapatkan pemain belakang Inggris, John Stones.

Pada musim pertandingan lalu, mereka berada di peringkat empat Liga Primer, catatan terburuk sejak tahun 2010, tetapi memenangkan Piala Liga dan mencapai semifinal Liga Champion untuk pertama kalinya.

Sejak saat itu mereka menunjuk mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen, Pep Guardiola, sebagai manajer, untuk menggantikan Manuel Pellegrini.

Sheikh Mansour membeli klub yang sebelumnya dimiliki Thaksin Shinawatra pada bulan September 2008, dan pemasukan klub tercatat baik dalam delapan tahun berturut-turut.

Lima tahun lalu, klub merugi £194,9 juta atau Rp3 triliun agar dapat bersaing mendapatkan piala besar.

Angka terbaru berasal dari periode di mana ManCity melakukan perluasan Stadion Etihad, yang menambah kapasitas 8.000 menjadi 54.041 orang lewat investasi sebesar £265 juta atau Rp4 triliun pada perusahaan induk klub, City Football Group, oleh China Media Capital Holdings, yang menilai klub seharga US$3 miliar atau Rp39 triliun.

"Musim tahun 2016-17 mewakili dimulainya tahap baru kritis dalam perubahan Manchester City," kata Khaldoon.

"Manchester City sekarang mencapai tingkat kematangan olahraga dan komersial."

City sementara ini berada di peringkat teratas Liga Primer tetapi hanya mendapatkan satu angka dari dua pertandingan terakhir.

Topik terkait

Berita terkait