Crossing Divides

  1. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Ronald Regang (kiri) dan Iskandar Slameth di Ambon.

    Ratusan anak Islam dan Kristen diperkirakan terlibat dalam konflik paling berdarah Indonesia - Ambon- yang pecah pada 1999, dan terseret dalam arus kesadisan dan kebengisan perang.

    Baca lebih lanjut
    next
  2. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Mahendra, putara Amrozi

    Putra sulung Amrozi, pelaku Bom Bali 1, bercerita tentang tekadnya berjihad untuk keluarga dan menjaga anak-anaknya agar tak seperti dirinya yang terbebani dan dikucilkan orang karena kesalahan bapaknya.

    Baca lebih lanjut
    next
  3. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Ali Fauzi

    Seorang pembuat bom dan adik dari trio pelaku Bom Bali 1, mengatakan langkah merekrut teroris jauh lebih mudah dibandingkan upaya deradikalisasi yang tengah dijalankannya melalui kantor di desa asal mereka, Tenggulun, Jawa Timur.

    Baca lebih lanjut
    next
  4. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Ahmad Hassan terpidana seumur hidup pengeboman di luar Kedutaan Besar Australia.

    Seorang terpidana mati kasus pengeboman Kedutaan Besar Australia, Ahmad Hassan, bercerita tentang ketakutannya saat menghindar dari baiat ISIS di penjara Nusakambangan.

    Baca lebih lanjut
    next
  5. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Iwan bersama dua anaknya bertemu dengan pelaku pengeboman, terpidana mati di Nusakambangan.

    Seorang korban pengeboman di depan Kedutaan Australia di Jakarta pada 2004 bercerita mengapa ia bisa memaafkan pelaku, salah seorang terpidana mati yang saat ini mendekam di Nusakambangan.

    Baca lebih lanjut
    next
  6. Endang Nurdin

    BBC News Indonesia

    Garil Arnandha dan ibunya Endang Isnanik.

    Kisah anak 10 tahun yang menyaksikan jenazah ayahnya hangus terbakar dalam Bom Bali 1 dan bertanya ke pelaku pengeboman, terpidana Ali Imron, "Saat umur 10 tahun, saya lihat jenazah ayah hangus, bayangkan kalau Bapak jadi saya".

    Baca lebih lanjut
    next