Tur ke Korea Utara: Apa yang bisa disaksikan turis di Pyongyang?

siswa korea utara Hak atas foto Koryo Tours
Image caption Anak-anak sekolah Korea Utara melihat foto mereka yang diperlihatkan seorang turis.

Tur ke Korea Utara? Banyak yang takut untuk berkunjung ke negara yang serba tertutup ini, menurut seorang pemandu perjalanan, di tengah semakin meningkatnya ketegangan menyusul peluncuran rudal.

"(Sebagian besar tur ke Korea Utara) mulai dan berakhir di Pyongyang" dan kami melihat berbagai hal, monumen, museum, taman, fasilitas umum, bar, cafe dan metro, dan kemudian DMZ (kawasan demiliterisasi yang banyak dikunjungi," kata Simon Simon Cockerell, manajer Koryo Tours berbasis di Beijing, Cina - yang mengklaim telah membawa sedikitnya 2.000 turis ke Korea Utara, sebagian besar dari negara-negara Barat, tahun lalu.

Namun mereka yang mengikuti tur dari awal diberitahu mengenai wisata "yang dibatasi dan mereka yang berkunjung harus menerima dan mengerti banyak peraturan" yang diterapkan," tambahnya.

Hak atas foto Koryo Tour
Image caption "Kami kecam sanksi yang dijatuhkan," poster yang dipasang di Korea Utara menyusul peluncuran rudal.

Jadi apa yang bisa disaksikan turis dalam kunjungan ke ibu kota Pyongyang?

Yang jelas, gedung-gedung pencakar langit, seperti di banyak kota Asia lainnya, juga ditemukan di Pyongyang. Salah satu di antaranya gedung tinggi berbentuk piramida, Hotel Ryugyong, yang belum juga dibuka sejak mulai dibangun 30 tahun lalu.

Hak atas foto Kyoto Tours
Image caption Gedung pencakar langit, Hotel Ryugyong Hotel, yang belum juga dibuka dalam 30 tahun.

Hotel dengan 105 lantai itu masih kosong walau telah dibangun lama namun sejumlah laporan menyebutkan ada tanda-tanda kemungkinan dibuka tahun ini.

Pembangunan bangunan tertinggi di dunia yang kosong itu dimulai pada 1987 namun terhenti di awal 1990-an saat Korea Utara menghadapi kelaparan.

Di pusat kota, pengunjung juga dapat mencoba segways di Pusat Sains dan Teknologi.

Hak atas foto Koryo Tours
Image caption Turis asing bisa mencoba segway di Pyongyang.

Sementara pemandangan lain termasuk penjaga lalu lintas yang berjaga-jaga di jalan-jalan ibu kota. Banyak pengguna media sosial yang bertanya-tanya, mengapa perlu ada petugas karena kondisi jalan yang tidak terlalu sibuk.

"Mengapa perlu ada petugas lalu lintas bila hanya ada 12 mobil di jalan," tanya Nicknt salah seorang pengguna melalui akun Instagram Koryo Tours.

Pengguna lainnya menyatakan, "Ada beberapa mobil Cina baru, dan itu bukti bahwa sanksi internasional tak tak gunanya."

Hak atas foto Koryo Tours
Image caption Penjaga lalu lintas di jalan Pyongyang yang sepi.

Unggahan terkait kehidupan di Korea Utara juga dimuat di sejumlah akun sosial media lain termasuk Everydayprk (setiap hari People's Republic of Korea), yang dikurasi para fotografer yang berkunjung dan pernah tinggal di negara itu.

Hak atas foto Koryo Tours
Image caption Suasana stasiun kereta bawah tanah di Pyongyang

Tempat lain yang dikunjungi turis di Pyongyang termasuk stasiun kereta dengan berbagai hiasan mural.

Hak atas foto Koryo Tours
Image caption Hiasan mural di stasiun bawah tanah Pyongyang

Yang paling populer dari kunjungan turis ini, menurut Simon Cockerell, adalah ikut bersepeda, main sepeda, dan juga lari di maraton Pyongyang yang dilaksanakan setiap April.

"Maraton Pyongyang merupakan peluang terbaik untuk melihat sesuatu yang tak tertuga dan melihat ibu kota sesuai dengan kecepatan Anda (berlari)," kata Cockrell kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Latihan militer bersama AS dan Korea Selatan di semenanjung Korea.

Korea Utara meluncurkan rudal yang melintas Hokkaido, Jepang Selasa (28/08) sebelum mendarat di laut sekitar 1.180 km di lepas pantai.

Pyongyang mengatakan peluncuran itu "adalah yang pertama dari operasi militer lebih besar di Pasifik dan mengulang ancaman terhadap kepulauan AS di Pasifik, Guam.

Hak atas foto KCNA
Image caption Kim Jong-un memerintahkan peluncuran rudal lagi di Pasifik.

Ketegangan meningkat di tengah latihan bersama militer tahun Amerika dan Korea Selatan yang selalu membuat marah Pyongyang.

Latihan bersama yang melibatkan dua pembom nuklir dan beberapa pesawat tempur di Korea Selatan itu berakhir Kamis (31/08).

Rusia, yang berbagai perbatasan kecil dengan Korea Utara mengatakan aktivitas militer AS di kawasan juga ikut menyumbang ketegangan.

Korea Utara telah menghadapi sanksi dari Dewan Keamanan PBB awal Agustus lalu terkait program rudal negara itu.

Ketegangan dan tertutupnya Korea Utara inilah yang membuat banyak orang yang enggan berkunjung.

"Orang benar-benar ketakutan untuk berkunjung, karena ketegangan, citra yang sangat buruk bagi negara ini di luar negeri. Ketakutan akan berbuat sesuatu yang salah. Kekhawatiran ini bisa dimengerti dan kami bicarakan lama dengan pengunjung," kata Simon Cockrell.

Topik terkait

Berita terkait