The Power of Setya Novanto: Satir 'piawainya' Ketua DPR lepas dari jeratan hukum

Setya Novanto dalam acara Desember 2016 di Jakarta. Hak atas foto Getty Images
Image caption Setya Novanto dibebaskan dalam pra peradilan kasus e-KTP Jumat (29/09) lalu.

Ribuan tagar #ThePowerofSetyaNovanto (Kekuasaan Setya Novanto) yang muncul sejak Ketua DPR Setya Novanto dibebaskan dari pra peradilan kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik menunjukkan keprihatinan masyarakat yang ditunjukkan dalam bentuk satir, kata aktivis dan pengamat.

Setya Novanto dilaporkan meninggalkan Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Senin malam (02/10).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengajukan perpanjangan pencegahan dan penangkalan (cekal) ke luar negeri terhadap Setya Novanto dan berlaku sampai April 2018.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Agung Sampurno mengatakan, seperti dikutip kantor berita Antara, telah menerima surat dari KPK terkait permintaan "pencegahan pelarangan ke luar negeri atas nama Pak SN untuk kasus pengadaan KTP Elektronik."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Papa kok sakit sih? Protes terhadap Setya Novanto di depan pengadilan Jakarta Selatan pada 2 September lalu.

Tagar #ThePowerofSetyaNovanto paling populer dan disinggung hampir 15.000 kali sampai Minggu (01/10) dan sebagian besar berisi guyonan satir dan dikaitkan dengan berbagai hal mulai dari Moto GP sampai bangun kesiangan dan "mataharinya yang minta maaf."

Tama Satria Langkun, koordinator hukum Indonesian Corruption Watch mengatakan berbagai tagar ini menunjukkan perhatian masyarakat yang besar atas kasus korupsi dan merupakan satir terkait betapa seringnya Setya Novanto lepas dari jeratan kasus korupsi.

"Itu bukti bahwa Setya Novanto menurut masyarakat dengan bahasa tadi dianggap dia piawai lepas dari jeratan hukum. Dia punya kekuatan, dan bisa lepas dari kasus Bank Bali, dan dia bisa lepas dari kasus-klasus lain seperti Papa Minta Saham, dan terakhir lepas dari penetapan tersangka dari KPK yang sebelulnya tak banyak orang yang bisa lepas dari jeratan tersebut," kata Tama kepada BBC Indonesia.

Tama mengatakan mereka yang bisa bebas dari kasus pra peradilan dapat dihitung jari dan yang tercatat ICW termasuk kasus mantan walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin,kasus mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Yang paling banyak diingat adalah kasus Papa Minta Saham terkait dugaan permintaan saham Freeport Indonesia pada 2015.

Namun dua kasus yang disebut ini kembali tetap bergulir dan keduanya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Pra peradilan melihat perkara secara formil dan prosedural...tapi materi perbuatannya tak dijamin di situ. Ini bisa buat catatan di masyarakat bahwa kasus ini belum selesai di pra peradilan," tambahnya.

Hakim Pengadilan Jakarta Selatan Jumat (29/09) lalu menetapkan status tersangka Setya Novanto yang dialamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) -dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik- tidak sah.

Berbagai komentar lewat Twitter termasuk Irwan Suryadi Ridwan‏ @IrwanSuryadi yang menulis, "Setnov telat nonton live moto GP, startnya diulang lagi," dan Fahrizal Ulinnuha‏, "Papa setnov kalo males ngantor, tanggalan di kalender jd warna merah."

Namun sejumlah pengguna lain mengaitkan tagar ini dengan upaya masyarakat ikut memberantas korupsi seperti yang ditulis @HerryRodin, "Hello dunia, sebagai informasi, masyarakat Indonesia memerangi korupsi dengan tagar, #ThePowerofSetyaNovanto."

Orang-orang kuat sulit tersentuh

Hamdi Muluk, guru besar psikologi politik Universitas Indonesia, menyebut berbagai tagar yang muncul dalam beberapa minggu terakhir termasuk #ThePowerofSetyaNovanto menunjukkan kemarahan masyarakat terkait penegakan korupsi di Indonesia.

"Sudah banyak kasus dan selalu lolos...kasus papa minta saham misalnya lolos...Ketika sekarang juga lolos, orang bertanya-tanya kemana arah penegakan pemberantasan korupsi Indonesia ke depan, bila orang-orang kuat sulit tersentuh. Itu sekarang akhirnya publik menyampaikan keprihatinan dengan hashtag macam-macam, termasuk hal-hal yang satir," kata Hamdi.

"Orang tak berdaya, ini kok hebat banget ini orang ya," tambahnya.

Kasus Papa Minta Saham pada 2015 yang disinggung Hamdi dan Tama tadi menyangkut dugaan permintaan saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo.

"Setnov masuk angin, anginnya yang dikerokin"

Dan di antara berbagai tagar #ThePowerofSetyaNovanto, banyak yang bisa membuat kita "tersenyum", kata sejumlah pengguna. Inilah beberapa di antara yang kami temukan.

Anda temukan yang lain?

Topik terkait

Berita terkait