Dari 'Kuda Kepang' sampai lagu Rasa Sayang, perdebatan warganet Indonesia-Malaysia

Kuda Kepang Miss Grand Malaysia Hak atas foto Arazzs Razzswil
Image caption Miss Grand Malaysia mengenakan kostum dengan Kuda Kepang yang akan maju ke final di Vietnam akhir Oktober.

Kostum Nasional "Kuda Warisan", yang terinspirasi dari komunitas Jawa di negara bagian Johor, Malaysia, begitulah kalimat pembuka akun Instagram Miss Grand Malaysia.

Kostum yang dirancang oleh Hana Yaakob ini mengalahkan 50 peserta lain dan akan dipakai oleh pemenang Miss Grand Malaysia 2017, Sanjeda John, ke kontes Miss Grand International di Vietnam pada tanggal 25 Oktober mendatang.

"Pada awal abad ke-20 migrasi komunitas Jawa dari Indonesia dengan kapal-kapal niaga Belanda dan Jepang untuk mencari tanah baru juga membawa tarian unik yang ditampilkan dalam berbagai acara. Pada 1971, Kementerian Pariwisata Johor mengakui bahwa tarian Kuda Kepang oleh komunitas Jawa di Johor adalah simbol kesatuan dan keragaman budaya bagi rakyat Johor," tambah akun itu.

Namun kecaman masih mengalir terkait unggahan tanggal 29 September yang telah mencantumkan kata "Jawa".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tarian kuda lumping atau disebut jatilan di Jawa Timur.

Banyak komentar yang sangat kasar namun inilah sebagian dari "perang di media sosial":

Akun Rachel, rachelrmktty- yang menjawab pengguna atas nama Yugesha, @yugesha24, "Jawa adalah Indonesia. Mengapa Anda tak akui bahwa "Kuda Lumping" dari Indonesia."

Dan komentar Yugesha sebelumnya berbunyi, "Coba teliti sejarah sebelum Anda mulai mengklaim semua hal punyamu. Siapa yang bilang kami mengklaim budayamu? Ya, aslinya dari Jawa, Indonesia. Apakah kami menyanggah itu dan mengatakan TIDAK dan berasal dari Malaysia? Jelas tertulis itu berasal dari Jawa."

Pihak penyelenggara kontes ini sendiri mengatakan dipilihnya kostum itu untuk menggambarkan keragaman dan peninggalan budaya.

"Kami mengambil langkah ini untuk menggambarkan keunikan dan keragaman budaya serta warisan sejarah. Ini semua untuk merayakan keragaman dan mendidik kesamaan yang ada dalam keunikan sejarah di kawasan," kata Jude Benjamin Lisa, Direktor Miss Grand Malaysia kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Kelvin Sing
Image caption Kostum ini akan dipertandingkan untuk merebut hadiah dalam final di Vietnam pada 25 Oktober mendatang

Dari lagu Rasa Sayang sampai cendol dan rendang

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rendang juga pernah menjadi bahan perdebatan milik siapa.

Debat panas antara warga net Indonesia dan Malaysia ini bukan yang pertama terjadi.

Pedebatan sebelumnya mencakup banyak hal, mulai dari kuliner, seni budaya dan juga batas negara, kata Chancil Chan, pendiri akun Sahabat Serumpun di media sosial, yang ingin mengangkat berbagai persamaan penduduk di Indonesia, Malaysia, Brunei dan Singapura.

Untuk kuliner ada dari rendang, cendol, popia, nasi goreng dan seni budaya, dari wayang, gamelan, Reog Ponorogo, Kuda Kepang dan Angklung, kata Chancil.

Chancil mengatakan isu ini menjadi bahan "perang di media sosial".

"Warganet Indonesia kalau misalnya ada artikel tentang Malaysia, reaksi yang ditimbulkan di internet, yang ditunjukkan kemarahan dan yang dipakai kata umpatan yang tak lazim diucapkan di media sosial. Saya menyayangkan karena masyarakat Indonesia dipandang sebagai warga yang kurang sopan," kata Chancil.

Hak atas foto Nusantara Damai
Image caption Banyak persamaan dibandingkan perbedaan, menurut praktisi hukum Malaysia, Faris.

"Warganet Malaysia juga pakai umpatan versi bahasa Malaysia... Saya melihat ini (jadi) perang di media sosial."

"Kebanyakan tanpa dasar tapi mereka langsung marah tanpa mencari tahu informasi yang mereka kuasai sebelum merespon artikel yang berbau Malaysia," tambahnya.

Muhammad Faris Zaidi, praktisi hukum di Malaysia yang ikut mendukung akun Sahabat Serumpun, mengatakan banyak sekali persamaan yang perlu dipromosikan bersama.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Reog Ponorogo, yang juga pernah menjadi bahan perdebatan.

"Persamaan kita banyak sekali, selain kuda kepang atau kuda lumping, ada masakan juga, ada tarian seribu jari di Aceh, dan tarian Dikir Barat (di Malaysia)... Negeri Sembilan (misalnya) itu dari Minang. Kita serumpun dan dipisahkan saat penjajahan Belanda dan Inggris," kata Faris.

Ia juga mengatakan perdebatan ini harus dihentikan karena tak akan pernah selesai.

"Setelah puluhan tahun merdeka, saatnya bersatu, amat sayang bila fokus perbedaan kecil dan gempurkan perpecahan dibandingkan (lebih baik) meningkatkan kesatuan pada dua bangsa," kata Faris.

Dan kembali ke sumber perdepatan, kostum Kuda Warisan yang dikenakan Miss Grand Malaysia pada final di Vietnam akhir Oktober, akan dilombakan dengan 80 kostum nasional lain dari seluruh dunia. Kostum terpilih akan mendapatkan uang tunai US$1.000.

Sementara pemenang final Miss Grand International akan mendapatkan uang saku sebesar US$40.000 dan mempromosikan tema "Hentikan Perang dan Kekerasan" bersama organisasi itu.

Topik terkait

Berita terkait