Bagong Kussudiardja: Kombinasikan balet dan tarian klasik Jawa

Bagong Kussudiardja Hak atas foto Dokumentasi Keluarga Bagong Kussudiardja
Image caption Bagong Kussudiardja diangkat hari lahrinya oleh Google Doodle.

Bagong Kussudiardja, tokoh seni Indonesia yang diangkat oleh Google Doodle, menciptakan lebih dari 1.000 koreografi termasuk menggabungkan balet dan tarian klasik Jawa pada tahun 1950an, kata salah seorang putranya.

Google mengangkat Bagong pada hari lahirnya, 9 Oktober 1928, dengan "kaca mata, kalungan handuk, memegang kuas," yang disebut putranya, Butet Kertaradjasa, "itu pak Bagong banget."

"Lukisan di belakang itu, sebagian karya lukisan pak Bagong yang dimodifikasi... dengan tema menari, objek tema-tema Bali, dan yang paling kanan sapi (yang menggambarkan) ngaben di Bali... image karya pak Bagong benar-benar saya rasakan," kata Butet.

Bagong, yang meninggal pada 15 Juni 2004, memulai karirnya pada 1954 di Yogyakarta dan mengkombinasikan berbagai gerak, termasuk balet, yang ia pelajari dari penari Amerika Serikat, Martha Graham.

Hak atas foto Google
Image caption Google Doodle mengenang hari lahir Bagong Kussudiardja.

Melalui Google Doodle disebutkan setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945, Bagong memperluas pengetahuannya tentang tarian klasik dengan mulai mempelajari tarian Jepang dan India.

Balet dan tari klasik Jawa

Hak atas foto Dokumentasi Keluarga Bagong Kussudiardja
Image caption Bagong bersama teman satu angkatan RF B Soeharto dalam tarian klasik Jawa.

"Pada 1957-1958, ia belajar dari Martha Graham, koreografer legendaris yang terkenal dengan teknis lintas batas," kata Google.

Pengaruh inilah yang menurut Butet, kreasi pertamanya diciptakan.

"(Pengaruhnya) terutama (saat belajar) di Amerika, beliau murid Martha Graham... pada periode 1950an pak Bagong berani berani mengkombinasikan teknik balet dengan tarian klasik Jawa gaya Jogja sehingga dalam sejarah dicatat sebagai pembaharu tari Jawa, orang yang nekat, orang yang penuh keberanian menawar kembali standardisasi tari klasik gaya Jogja dan mulai memasukkan unsur tari blet sebagai karya baru di Jogja," kata Butet kepada BBC Indonesia.

Hak atas foto Dokumentasi Keluarga Bagong Kussudiardja
Image caption Butet di samping patung Bagong Kussudiardja.

Sejumlah koreografi karya Bagong yang sudah dianggap "sebagai tari tradisional" adalah Yapong dan Labako dari Jember, Jawa Timur.

"Tarian-tarian yang diciptakan pak Bagong, tari yapong, hari ini sering disalahpahami sebagai tari tradisional Betawi, tari Labako, Jember, dianggap tari tradisional masyarakat Jember. Itu membuktikan betapa karya pak Bagong bisa diterima oleh masyarakat dan menjadi bagian yang utuh dari tradisional masyarakat. Padahal itu kreasi dengan segala jurus teknis yang diciptakan beliau pada masanya," tambah Butet.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tari Yapong, salah satu kreasi Bagong Kussudiardja yang dianggap sebagai tari tradisional Betawi.

Warisan yang ditinggalkan Bagong adalah bahwa, "Kesenian saya itu adalah alat, alat untuk pengabdian yang luas pada masyarakat dan kehidupan," kata Butet.

Dan hal ini dilanjutkan melalui Padepokan Seni Bagong Kussudiardja yang dibentuk pada 1978.

Hak atas foto Dokumentasi Keluarga Bagong Kussudiardja
Image caption Salah satu lukisan Bagong Kussudiardja.

Namun koreografi tari hanyalah salah satu bagian karyanya. Bagong juga banyak dikenal atas lukisan cat minyak batik serta cat air, dalam berbagai gaya termasuk impresionis, abstrak dan realistis, kata Google Doodle.

Sejumlah tokoh Indonesia lain yang pernah diangkat Google dalam Google Doodle termasuk Daeng Soetigna, pria kelahiran Garut, pencipta angklung diatonis, Dewi Sartika, perintis pendidikan perempuan, Samaun Samadikun, Bapak Mikroelektronika Indonesia, serta Raden Soejadi alias Pak Raden, yang dikenal sebagai salah satu sosok yang membesarkan cerita Si Unyil.

Google melalui ilustrator telah membuat ilustrasi Doodle lebih dari 2.000 sejauh ini.

Menjawab pertanyaan BBC Indonesia, Google Indonesia menyebutkan mereka berdikusi secara rutin dan menentukan apa yang dapat dirayakan melalui doodle, dengan gagasan dari berbagai sumber termasuk pengguna Google.

Proses seleksinya ditujukan untuk mengangkat peristiwa-peristiwa dan perayaan yang ditujukan untuk menggambarkan "kepribadian Google dan kegemaran untuk berinovasi."

Topik terkait

Berita terkait