Apakah masuk akal patungan online untuk cari dana pesawat R80 buatan Indonesia?

crowdfunding Hak atas foto Kitabisa.com

Donasi online telah dipakai di berbagai model penggalangan dana โ€” dari sekadar menjual gelang solidaritas sampai membiayai bisnis rintisan. Tapi kini, warganet memakainya untuk patungan beli pesawat R80 buatan Indonesia, dengan cap Habibie. Akankah cukup?

Hingga 18 Oktober 2017, sudah lebih dari Rp2,7 miliar uang terkumpul dari situs urunan dana atau crowdfunding. Walau tergolong nilai yang besar untuk penggalangan dana via internet, namun jumlah tersebut hanya 1,35 % dari biaya pembuatan prototipe pesawat R80 dan 0,01 % dari biaya pengembangan usaha.

Menurut situs tersebut, total biaya pembuatan prototipe pesawat R80 lebih dari Rp200 miliar. Sedangkan total biaya pengembangan usaha mencapai 1,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp20 triliun.

''Crowdfunding nilai utamanya bukan di jumlah donasi, tapi sebagai bukti dukungan atas kebangkitan teknologi Indonesia!'' demikian keterangan PT Regio Aviasi Industri soal donasi online tersebut.

Namun, pengamat penerbangan Gerry Soerjatman salah satu yang skeptis. Dia menilai pendanaan pesawat seukuran R80 lewat patungan online 'tidak masuk akal'.

Menurut dia, hingga saat ini belum jelas siapa saja investor lain untuk proyek ini. Padahal, biaya pembuatan pesawat R80 dari kondisi sekarang sampai siap terbang butuh dana triliunan rupiah. ''Apakah triliunan bisa dicapai dengan crowdfunding? Saya rasa enggak.''

Mengurut kerumitan sertifikasi

Gerry tidak meragukan kemampuan bangsa ini dalam membuat pesawat. ''Secara teknis kemampuannya ada, tapi untuk menjual pesawat saya kira kemampuan yang dibutuhkan tidak hanya tahu membuat pesawat saja,'' ungkapnya.

Dia mengurutkan lagi persoalan sertifikasi yang gagal dilewati oleh R80 di tahun 1990-an. Saat itu pesawat R80 hendak dibuat dengan desain N250.

''Apa yang terjadi? Proses sertifikasinya terhambat, bukan karena masalah dana. Salah satu yang banyak mereka tidak mau katakan adalah waktu itu jelas documentationnya kurang.''

Antara lain, imbuh dia, dokumen untuk persiapan sertifikasi dan dokumen uji coba.

Hak atas foto Kitabisa.com
Image caption Dengan menyumbang Rp100 ribu, penyelenggara menjanjikan foto donatur akan ditempel di badan pesawat R80

Kerumitan pembuatan pesawatan memang terletak pada sederet proses yang harus dilewati, kata Gerry. Mulai dari sertifikasi desain, sertifikasi pembuat desain, kemudian sertifikat prototipe dan setiap suku cadang.

''Prosesnya banyak, nah itu yang dulu tidak kesampaian. Tentunya banyak yang lebih memilih versi cerita oh kita disabot oleh IMF jadi tidak boleh bikin pesawat. Maaf, itu negara lagi mau bangkrut tidak bisa mendanai tugas kenegaraan lalu mau masang 1-2 miliar dollar untuk bikin pesawat yang pada saat itu kemampuan penjualannya tidak jelas.''

''Jadi kembali lagi wajar tidak membuat pesawat ukuran segitu menggunakan crowdfunding? Menurut saya tidak wajar.''

Putus asa

Di situs web urunan dana, kampanye untuk patungan mendanai R80 cukup riuh. Sudah ada 7.362 donatur terlibat, hanya sepekan sesudah kampanye tersebut dibuka.

Sejumlah seleb media sosial berpengikut jutaan pun ikut mendorong penggalangan dana, antara lain Wirda Mansur, Andien Aisyah, dan Nadine Chandrawinata.

Tapi menurut Gerry, memakai langkah crowdfunding untuk pembiayaan pesawat R80 adalah bentuk 'putus asa'.

''Saya bilang kalau sampai crowdfunding, itu saya bilang sudah desperate.''

Dia menyarankan supaya sumber daya yang ada saat ini dipakai untuk membangun kemampuan produksi pesawat dari nol dan menyasar target yang lebih realistis.

''Kalau kita tidak mau bikin pesawat latih yang kecil untuk bangun kemampuan dari nol bangun pabrik baru dari nol menggunakan crowdfunding, untuk ukuran segitu ya sangat masuk akal.''

Tidak dipungkiri, sumber daya Indonesia di bidang ini melimpah. ''Orang-orang yang sudah membuat pesawat, mendesain pesawat, memodifikasi pesawat, mensertifikasi pesawat itu sudah ada. SDM-nya tidak terbuang. Jadi kembali lagi, kalau kita tidak mau membuang SDM-nya kenapa kita tidak mau merencanakan pembuatan pesawat yang lebih terjangkau?''

Hak atas foto Kitabisa.com
Image caption Di situs web urunan dana, kampanye untuk patungan mendanai R80 cukup riuh. Sudah ada 7.362 donatur terlibat, hanya sepekan sesudah kampanye tersebut dibuka.

Menurutnya, pesawat kecil lebih masuk akal ketimbang R80, sebab investasi yang dibutuhkan jauh lebih sedikit.

Gerry mengingatkan pula, di masa lalu ada semacam penjualan saham N250 kepada pegawai negeri sipil, anggota TNI, dan lainnya. ''Ini sama, crowdfunding juga. Sekarang saham yang mereka bayarkan larinya ke mana? Apakah crowdfunding ini akan berujung dengan nasib yang sama tadi?'' kata Gerry, mengkhawatirkan metode penggalangan dana online tersebut.

''Jadi penggalangan dana ini ...sayangnya saya lihat ini sebagai tanda dari desperation (kekecewaan) bukan dari daya tarik pesawat ini terhadap pasar.''

Topik terkait

Berita terkait