Bagaimana nasib anjing-anjing yang dipecat CIA?

Lulu Hak atas foto CIA
Image caption Pengalaman pelatihan Lulu sebagai anjing pengendus ditwit oleh CIA.

Perkenalkan Lulu, anjing jenis Labrador yang bergabung dengan badan intelijen Amerika Serikat (CIA) sebagai salah satu rekrutan terbaru mereka. Misinya: mengendus bahan peledak.

Namun setelah beberapa minggu dalam program pelatihannya Lulu tidak berhasil lolos kualifikasi. Kehidupan di Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat, tampaknya tidak cocok untuknya.

Jadi dia harus keluar dari kelas anjing 2017.

Dalam sebuah seri perkembangan terbaru pada hari Rabu, akun Twitter resmi CIA menuliskan alasan detil mengapa Lulu tidak akan melanjutkan program anjing pengendus mereka, K-9 Corps.

Anjing-anjing dalam kesatuan itu harus dapat mengendus 19.000 bau bahan peledak yang mereka pelajari dalam program pelatihan intensif selama 10 minggu, dengan 10 ujian di akhir program. Anjing-anjing top kemudian bekerja menggeledah kendaraan dan bangunan untuk bahan peledak, kebanyakan di AS.

Selama keadaan darurat anjing-anjing juga membantu polisi setempat, sekolah-sekolah dan badan pemerintahan lainnya, namun dalam satu titik di karier anjing memungkinkan juga untuk melakukan misi ke luar negeri.

Namun ada biaya yang harus dibayar untuk kudapan dan waktu bermain. Anjing yang baru lulus bekerja selama 60 jam seminggu.

Bahkan "saat mereka di luar 'kantor', mereka selalu siaga," dijelaskan CIA di situs mereka.

Anjing-anjing itu - kebanyakan Labrador, Gembala Jerman dan Golden Retriever - dipilih oleh pelatih CIA dari Puppies Behind Bars, sebuah program yang memasangkan narapidana dengan anak anjing untuk mengajarkan anjing perintah-perintah dasar.

Bagi Lulu program itu cukup menantang.

"Bagi para pelatih K-9 (anjing) kami, sangat penting bahwa anjing-anjing itu menyukai apa yang mereka lakukan. Terkadang, meski seekor anjing memiliki hasil tes yang baik dan berhasil belajar bagaimana mendeteksi bau bahan peledak, mereka dengan jelas memperlihatkan bahwa menjadi anjing pendeteksi bahan peledak tidaklah cocok untuk mereka," jelas CIA.

Seri tersebut dan permasalahan-permasalahan Lulu menimbulkan reaksi hingga ribuan di internet.

"Dia hanya ingin mengejar bola. Biarkanlah,"

"Mungkin Lulu ingin menjadi seniman, menjelajahi dunia atau yang lain. Biarkan anjing ini mengejar mimpinya."

Seri tersebut, mengatakan "mungkin Lulu seekor agen ganda."

Meski begitu akhirnya bahagia. Lulu diadopsi dan sekarang menikmati waktu bersama teman barunya, Harry.

Ini bukan pertama kalinya seekor anjing pensiun dari pekerjaan lebih cepat dari yang diharapkan. Vidar, seekor Malinois Belgia memburu bom di pinggir jalan dan senjata dengan tentara Inggris di Provinsi Helmand.

Hak atas foto Wales News Service
Image caption Vidar menjadi 'takut senjata' dan perjalanan pensiunnya menginspirasi sebuah buku.

Namun setelah mengabdi dua tahun dia mendadak "takut senjata " - sebuah sebutan militer untuk anjing-anjing yang takut dengan suara kencang - dan pensiunnya digunakan sebagai sebuah inspirasi untuk sebuah buku bagi orang-orang yang kesusahan untuk membaca.

Sementara itu di Australia Gavel, anjing gembala German dikeluarkan dari sauna karena terlalu ramah.

Hak atas foto Governor of Queensland
Image caption Setelah Gavel tumbuh dan melewati empat seragam yang kekecilan, polisi kemudian memutuskan bahwa dia tidak cocok bekerja dengan polisi.

Bukannya menangani kejahatan, Gavel ingin berteman. Untungnya dia diberikan pekerjaan baru setelah gagal dalam pelatihan anjing di Queensland. Dia dipelihara di rumah dinas gubernur Queensland dan sekarang dipanggil Gavel VRD, 'Vice-Regal Dog'.

Berita terkait