Hadiri konferensi toleransi di Malta, Yenny Wahid malah diributkan soal kerudung yang 'tidak rapat'

Instagram

Yenny Wahid menanggapi 'perundungan' dan komentar warganet di Twitter yang mengusiknya dengan kerudung yang 'kurang rapat'.

Ada apa dengan cara Yenny berkerudung?

''Di Indonesia masih ada yang membully cara saya berkerudung,'' kata Yenny.

''Padahal di Konferensi Perdamaian ini muslimah dari negara Islam tidak ada yang pakai jilbab,'' imbuh Yenny. Dia kemudian menekankan alasan di balik penampilannya sangatlah personal.

Menanggapi warganet yang mengganggunya dengan komentar 'pakai yang benar selayaknya seorang muslimah' Yenni pun berkicau: ''Anda betul. Saya memakainya untuk Allah, bukan untuk Anda atau orang lain. Simpan opininya buat diri Anda sendiri.''

''Hari ini ketemu teman-teman baru dari berbagai negara berpenduduk Muslim: Maroko, Libanon, Yordania, Albania, Palestina. Hanya saya yang berkerudung,'' ujar Yenny lagi.

Salah satu kicauan @yennywahid soal perundungan tersebut diretweet 901 kali dan menuai komentar sampai 229 kali.

Respons nyinyir warganet soal kerudung Yenny Wahid mulai dari menyoal rambut Yenny yang tidak tertutup rapat, menyebutnya setengah-setengah dalam beragama dan menutup aurat, 'masa bodo' dengan tampilan, hingga 'cengeng' menanggapi sindiran.

Padahal, Yenny saat itu membagikan pengalamannya sebagai wakil Indonesia dalam pembentukan Dewan Toleransi dan Perdamaian Global di Malta melalui media sosial.

Dalam forum tersebut Indonesia, bersama Amerika Serikat, Argentina, Uni Emirat Arab, Komoro, Albania, India, dan Mesir melebur menjadi satu dewan internasional untuk penyebaran budaya toleransi demi tercapainya perdamaian dunia. Cuma, kiprah Yenny terpinggirkan dan beberapa warganet malah menyoroti kerudung yang ia kenakan.

Adapun, oleh sebagian warganet ribut-ribut soal kerudung Yenny dipakai untuk bernostalgia dengan foto-foto lawas perempuan Indonesia zaman dulu memakai kerudung. Lainnya membela Yenny dan haknya dalam berpakaian.

Akun @Ad1winat13 berkicau ''Di negeri ini orang seperti berlomba-lomba merasa lebih Islam dengan mengomentari dan menghakimi orang lain. Mulai dari pakaian hingga pilihan politik''.

Sedangkan akun @minitweets menyamakan kerudung Yenny Wahid dengan kerudung yang dikenakan Fatmawati. ''Ini potret muslimah nusantara, bukan yang daster apalagi cadar.''

Sementara itu, akun @MisterPapirus menengahi bahwa walau model kerudung zaman dulu lebih moderat, tetapi yang tertutup rapi juga ada.

Bagaimana menurut Anda, apakah persoalan kerudung dan jilbab layak diributkan?

Hak atas foto Instagram

Topik terkait

Berita terkait