Mengapa akun Twitter Pentagon sempat 'mendukung' Trump untuk mundur

Twitter and trump Hak atas foto Getty Images

Departemen Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon telah menghapus sebuah unggahan di Twitter setelah akun tersebut mencuitkan ulang permintaan agar Presiden Donald Trump mengundurkan diri.

Pentagon menyimpan kode nuklir dan bertanggung jawab atas keamanan Amerika Serikat, namun bukan berarti mereka bebas dari kesalahan. Akun Twitter resmi Pentagon secara tak sengaja mencuitkan ulang (retweet) sebuah unggahan yang menuntut Presiden AS Donald Trump untuk mengundurkan diri.

Cuitan yang asli, yang juga meminta dua politisi AS lain untuk mundur menyusul tuduhan atas skandal pelecehan seksual, berasal dari akun @ProudResister, seorang aktivis anti-Trump.

Akun itu menulis, "Solusinya sederhana. Roy Moore: Mundur dari pemilihan. Al Franken: Mundur dari Kongres. Donald Trump: Mundur dari kepresidenan. GOP: Berhenti menjadikan isu kekerasan seksual sebagai isu partisan. Ini adalah kejahatan, begitu pula kemunafikan Anda."

Akun utama Pentagon mencuitkan ulang pesan tersebut ke 5,2 juta pendukungnya sebelum cepat-cepat menghapusnya. Namun blunder memalukan itu tetap disadari. Sebuah screen shot dari cuitan ulang Pentagon itu kemudian disebarkan, dan warganet pun langsung membalas.

"Uh seseorang tampaknya melakukan kesalahan," menurut seorang pengguna.

Pengguna lain tw: "Tampaknya mantan karyawan Twitter itu sekarang mendapat pekerjaan baru di Pentagon," merujuk ke blunder media sosial awal bulan ini, ketika seorang karyawan Twitter menghapus akun Presiden Trump di hari terakhirnya bekerja.

Saat itu, Trump tidak memperpanjang pembahasan soal akunnya yang sempat hilang selama 11 menit, namun insiden itu kemudian memunculkan pertanyaan tentang keamanan akun Presiden Trump.

Juru bicara Pentagon Dana White mencuitkan penjelasan tentang bagaimana unggahan itu bisa tersebar. Bahwa, "seorang operator yang bertanggungjawab mengelola akun Twitter @DeptofDefense salah ketika mencuitkan ulang konten yang pesannya tidak sejalan dengan Departemen Pertahanan. Operator tersebut menyadari kekeliruan ini dan langsung menghapusnya. "

Namun banyak pengguna media sosial yang tidak puas dengan respons ini.

"Dan mereka berharap kita percaya bahwa ini sebuah kesalahan? Seseorang di @DeptofDefense harus dipecat, begitu juga setiap orang yang bekerja bersama mereka," menurut seorang pengguna Twitter.

Meski begitu, pengguna yang lain melihatnya sebagai hal yang lucu dan mencuitkan lelucon, "Tidak ada kudeta. Presiden aman."

Berita terkait