'Kamu harus kalah', pegulat Iran yang diminta kalah untuk menghindari atlet Israel

Alireza Karimi-Machiani Hak atas foto AFP
Image caption Alireza Karimi-Machiani diminta pelatihnya untuk kalah saat menghadapi atlet Rusia.

Warga Iran menumpahkan kemarahan lewat media sosial menyusul kekalahan yang disengaja karena perintah pelatihnya untuk mencegah menghadapi atlet Israel.

Lebih dari 12.000 cuitan menumpahkan kemarahan, kekesalan dan pandangan politik mereka dengan menggunakan tagar antara lain # باید_ببازی #KamuHarusKalah menanggapi pertandingan Sabtu (25/11) lalu dalam kategori 86 kg kejuaraan dunia senior U23 di Polandia.

Pegulat Iran Alireza Karimi-Machiani memimpin 3-2 namun sengaja kalah dari atlet Rusia Alikhan Zhabrailov, setelah mendapatkan perintah untuk kalah daripada menghadapi atlet Israel Uri Kalashnikov di putaran selanjutnya.

Iran tidak mengakui Israel dan melarang atlet-atletnya bertanding melawan atlet Israel di pertandingan internasional.

Warga Iran yang menumpahkan kemarahannya lewat media sosial juga mengunggah tayangan pertandingan itu.

Di salah satu tayangan, suara pria yang diduga adalah pelatih Karimi-Machiani, terdengar mengatakan "kalah Alireza" walau atlet Iran itu tengah unggul.

Pelatih kemudian menghentikan pertandingan sebentar dan berbicara langsung kepada Karimi-Machiani yang akhirnya kalah 3-14.

Damon Golriz‏ @DamonGolriz menulis, "Tragedi pahit satu bangsa terangkum dalam kurang dair dua detik: Dua kali, pelatihnya berteriak dalam bahasa Persia, "Ali bebaaz" (Ali kamu harus kalah). Mengapa? Hanya untuk menghindari pegulat Israel dalam perempat final. Sangat sedih."

Setelah kekalahannya, Karimi-Machiani, yang meraih medali perunggu tahun 2015 pada kejuaraan dunia, mengunggah video di Instagram yang menunjukkan ia tengah berjalan di kota sambil mendengar lagu penyanyi Iran Dariush Eqbali, menyanyikan lirik, "Diam adalah kekuatan terakhir; Anda tak bisa mengambil hak kami."

Instagram Karimi-Machiani sendiri dibanjiri lebih dari 13.000 komentar dan terus bertambah, seiring dengan viralnya video itu.

Insiden lain menyangkut atlet Israel

Sebagian komentar bersimpati dan sebagian lain mempertanyakan mengapa dia tak membiarkan perintah pelatin.

"Saya sangat sedih dengna klip ini dan tak adil buat juara kami. Matilah diktator," tulis @davod.ahmadi23.

"Kamu salah Karimi. Kamu menerima kekalahan tanpa menyadari dampak kekalahanmu. Kamu jadi pion mereka," tulis pengguna lain @gh_shahraki.

Lebih dari 5.000 cuitan dengan berbagai tagar lain termasuk #kalah_alireza dan #SayaMintaKamuKalah menyusul pertandingan itu.

"Saya merasa pelatih Alireza Karimi sengaja meneriakkan "Kalah Alireza", "Kamu Harus Kalah".

Ini adalah petunjuk buat kita ada orang kotor di balik kekalahannya. Kita perlu menunjukkan kotornya politik sejumlah orang kotor akan menyebabkan upayanya terbang bersama angin," cuit salah seorang pengguna Twitter,@persianhuman.

Ini bukan pertama kalinya terjadi menyangkut atlet Iran. Sebelumnya, pelatih itu memaksa pegulat muda Peyman Yarahmadi untuk berpura pura cedera agar tak menghadapi atlet Israel.

Politik dan olahraga juga menghadapi benturan pada Olimpiade 2016 saat atlet Lebanon menolak naik bus yang sama dengan tim Israel.

Juga di Olimpiade Rio, pemain Mesir Islam El Shehaby disoraki saat menolak jabat tangan dengan pemain Israel Os Sasson.

Tetapi Agustus tahun ini, dua pemain sepak bola Iran tak menanggapi larangan dengan bermain melawan Israel untuk tim Yunani mereka.

Topik terkait

Berita terkait