Apa itu netralitas internet? Sebuah penjelasan singkat

Protes mendukung netralitas internet digelar di depan kantor FCC, Washington DC, AS, 13 Desember 2017. Hak atas foto ALEX EDELMAN/AFP/Getty Images
Image caption Protes mendukung netralitas internet digelar di depan kantor FCC, Washington DC, AS, 13 Desember 2017.

Regulator komunikasi di AS telah memilih untuk melonggarkan aturan hukum soal net neutrality atau netralitas internet di negara itu.

Keputusan ini memicu perdebatan luas, dan banyak dari nama-nama besar di dunia teknologi yang menentang perubahan ini.

Apa itu 'net neutrality?'

Net neutrality atau netralitas internet adalah prinsip yang menentukan bahwa penyedia layanan internet (ISP) harus memberikan hak yang setara pada semua konsumen terkait konten yang legal, terlepas dari sumbernya.

Dengan kata lain, jika jaringan yang menjadi fondasi internet adalah sebuah jalan raya, maka dengan netralitas internet, tidak akan ada jalur cepat untuk mobil dan jalur lambat untuk kereta kuda. Pengguna kendaraan bermotor tidak bisa membayar untuk menggunakan rute yang lebih cepat. Semua data, terlepas dari ukurannya, berada di posisi yang setara.

Dalam praktiknya, ini berarti ISP - di AS yang terbesar termasuk Comcast, Charter dan AT&T - tidak bisa memblok konten tertentu, mempercepat atau memperlambat data dari situs tertentu hanya karena mereka dibayar untuk melakukannya.

Dan mereka juga tidak bisa memberi perlakuan istimewa terhadap konten mereka sendiri dan mengorbankan kompetitor.

Hak atas foto Meme generator
Image caption Meme seperti ini banyak disebarkan sebelum protes yang digelar awal tahun ini.

Para penentang netralitas internet menyatakan ini adalah soal keadilan, bahwa sistem sebelumnya membatasi sensor dan memastikan bahwa ISP besar tidak bisa membatasi penyedia konten lainnya.

Namun mereka yang mendukung netralitas internet menyatakan bahwa nantinya ini akan berdampak pada pembatasan terhadap bisnis, bahwa aturan akan menghambat investasi pada teknologi baru, dan aturan hukum soal netralitas internet sudah ketinggalan zaman.

Apa artinya pemungutan suara itu?

Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC, dengan dukungan administrasi Obama, terakhir merevisi aturan soal netralitas internet pada 2015, setelah sebuah kampanye ekstensif yang dilakukan oleh kelompok aktivis dan perusahaan teknologi. Aturan itu menempatkan ISP di kategori yang sama dengan perusahaan telekomunikasi lainnya.

Hak atas foto Chip Somodevilla/Getty Images
Image caption Mereka yang mendukung netralitas internet menyatakan bahwa aturan hukum soal ini sudah ketinggalan zaman.

Namun Presiden Trump dengan tegas mengecam aturan itu, dan menunjuk seorang penentang netralitas internet, seorang mantan komisioner Ajit Pai, untuk mengepalai FCC pada awal tahun ini.

Pai mengatakan dia khawatir bahwa para penyedia layanan internet ini tidak berinvestasi pada infrastruktur penting seperti koneksi ke rumah tangga berpendapatan rendah dan di daerah pedesaan karena aturan netralitas internet menghambat penyedia jasa untuk mengambil keuntungan dari investasi itu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ajit Pai, ketua Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC, menjadi penentang utama aturan netralitas internet.

Di bawah aturan baru ini, penyedia layanan broadband akan bisa memberi perlakuan istimewa pada data layanan dan mengenakan biaya pada konsumen yang ingin mengakses konten tertentu.

Namun ISP harus mengungkap praktik ini kepada publik. Jika mereka tidak melakukannya, maka regulator lain, Komisi Perdagangan Federal (FTC), akan memprosesnya.

Salah satu penentang utama sistem baru ini adalah komedian Inggris John Oliver, pembawa acara Last Week Tonight. Pada Mei lalu, dia meminta penontonnya untuk mengajukan keluhan di situs FCC.

Ada laporan yang mengklaim bahwa saking banyaknya orang yang melakukannya, situs FCC tak bisa berfungsi, namun komisi itu kemudian menyatakan bahwa itu karena situs berusaha melawan serangan para peretas.

Semua ini tak mengubah keputusan Pai untuk mencegah aturan ini disahkan, dengan suara tiga banding dua.

Hak atas foto HBO / Youtube
Image caption John Oliver merilis film YouTube untuk melanjutkan kampanye mendukung netralitas internet.

Selanjutnya apa?

Partai Demokrat telah berjanji untuk membatalkan proposal tersebut.

Jaksa umum negara bagian New York Eric Schneiderman mengatakan bahwa dia akan memimpin tuntutan hukum yang menentang keputusan FCC tersebut.

Pendukung netralitas internet lainnya telah menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan tuntutan hukum sendiri.

Gubernur Washington juga sudah mengindikasikan bahwa negara bagiannya akan mengambil langkah untuk melindungi netralitas internet.

Namun Pai menyatakan bahwa upaya negara bagian untuk mengatur ini di tingkat lokal akan diblok.

Para penyedia jasa layanan internet akan diawasi ketat soal bagaimana mereka mengambil keutnungan dari sistem ini.

Salah satu penyedia jasa internet terbesar di AS, Comcast, telah menyatakan bahwa tidak akan ada perubahan besar seperti yang dikhawatirkan.

"Terlepas dari distorsi yang berulang dan informasi yang biasa, selain juga serangan yang berniat jelek dan tak akurat dari apra penentang, layanan internet kami tidak akan berubah," katanya lewat sebuah pernyataan.

Berita terkait