Peristiwa nasional apa saja yang akan paling diingat dari 2017?

Setya Novanto Hak atas foto KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG
Image caption Setya Novanto hadir di persidangan dengan mengenakan kemeja putih dan terlihat lebih sering menunduk di kursi terdakwa.

Berita soal sidang Ahok dan pilkada DKI Jakarta mendominasi, tapi apa dan siapa lagi yang muncul dalam 10 besar pencarian dan peristiwa besar sepanjang 2017?

Perusahaan teknologi Google merilis data Setahun Penelusuran 2017 yang seolah berfungsi sebagai mesin waktu bagi kita untuk mengingat kembali apa yang terjadi setahun terakhir.

Lewat data tersebut, Google mendaftar apa saja penelusuran terpopuler, tokoh, peristiwa nasional, peristiwa internasional, selebritas, lagu terpopuler, istilah terpopuler yang banyak dicari, cara menjadi, dan resep terpopuler sepanjang tahun.

Lalu, apa saja yang menjadi pencarian terbanyak dan peristiwa nasional terbesar di 2017?

'The power of Setya Novanto'

Bukan hanya sekali atau dua kali, sepak terjang Setya Novanto sepanjang 2017 mengundang reaksi masyarakat dan warganet.

Pertama dia masuk dalam daftar cekal pada April 2017, dan sejak itu publik seolah menunggu namanya disebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP, yang mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai total proyek sebesar Rp5,9 triliun.

KPK kemudian menetapkan status tersangka pada Setya Novanto pada Juli 2017, namun dia tetap menjabat sebagai ketua DPR dan ketua umum Golkar.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Setya Novanto selalu mangkir dalam pemeriksaan KPK dengan alasan sakit, sampai kemudian muncul petisi online 'Papa Cepat Sembuh' yang mempertanyakan mengapa Setya Novanto tidak kunjung ditahan KPK.

Puncaknya ia dirawat di rumah sakit. Fotonya yang tengah terbaring di rumah sakit beredar luas, namun respons yang muncul justru mencibir dan mempertanyakan apakah ketua DPR ini benar-benar sakit.

Meme sakitnya viral di media sosial, namun kemudian pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memburu warganet yang mengunggah dan membuat meme-meme tersebut.

Putusan pra-peradilan pada akhir September 2017 berpihak pada Novanto dan membebaskannya dari status tersangka. Ia pun kembali sehat dan menghadiri pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu, di Solo.

Namun KPK menetapkannya lagi sebagai tersangka pada awal November 2017. Dan beberapa saat sebelum penyidik KPK mendatangi rumahnya, Ketua DPR itu sudah terlebih dahulu meninggalkan rumah.

Yang terjadi kemudian adalah layaknya apa yang disebut sejumlah laporan seperti drama. Setya Novanto, yang dilaporkan berada dalam mobil dan "akan menyerahkan diri", menabrak tiang listrik dan dilarikan ke rumah sakit.

Fredrich Yunadi saat itu menjelaskan bahwa Setya pucat, bengkak di kepala, dan tangannya penuh luka dan berdarah.

Hak atas foto RAHMAT KASUBA/AFP
Image caption Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto mengaku dirinya sakit, tetapi jaksa penuntut umum menyatakan Setya "berbohong".

Sakitnya sesudah itu pun sempat jadi perdebatan hukum. Dari dirawat di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Pondok Indah, Setya dipindahkan ke RSCM, Jakarta Pusat. Dan pada 20 November 2017, Setya Novanto masuk ke rutan KPK.

Apakah kini kisah Setya Novanto sudah selesai? Tentu belum. Tim pengacaranya sempat mengajukan pra-peradilan lagi, meski kasus itu kemudian gugur karena sidang pertamanya sebagai tersangka di Pengadilan Tipikor sudah dimulai.

Namun saat ditanya oleh hakim soal kondisinya, Setya Novanto tak menjawab, dan mengaku sakit diare sampai 20 kali, meski jaksa mengutip keterangan penjaga rutan yang menyatakan bahwa Setya Novanto hanya dua kali ke kamar kecil semalam sebelumnya.

Pilkada DKI

Kontestasi politik ibu kota tampaknya ikut menjadi urusan nasional. Gaung dari ajang demokrasi memilih gubernur ibu kota menjadi salah satu dari pencarian terbanyak sepanjang tahun.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pilkada DKI Jakarta putaran pertama diikuti tiga pasangan calon, dan putaran kedua dua pasangan yaitu Anies Basweda-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Dan isu-isu atau peristiwa lain yang seolah terkait dengan pilkada DKI juga menjadi pencarian dan peristiwa terbesar sepanjang tahun, menurut Google.

Sidang Ahok atas kasus penistaan agama masuk dalam pencarian terbesar, sementara istilah 'persekusi' yang merujuk pada apa yang terjadi, salah satunya, pada dokter Fiera Lovita di Sumatera Barat, juga muncul dalam peristiwa nasional sepanjang 2017.

Hak atas foto Reuters
Image caption Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengangkat lambang dua jari begitu tiba di LP Cipinang untuk menjalani hukuman dua tahun penjara, Mei lalu.

Fiera Lovita meminta perlindungan kepada kepolisian karena mengaku keselamatannya terancam setelah dia mengunggah status di laman Facebooknya yang isinya mengherankan sikap pimpinan Front Pembela Islam, FPI, Rizieq Shihab, dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi.

Rizieq Shihab sendiri menjadi sosok paling banyak dicari sepanjang 2017, salah satu alasannya karena dia memimpin berbagai aksi menentang Ahok lewat berjilid-jilid aksi demonstrasi 'bela Islam' dan karena 'masih kabur' dari dugaan penyebaran konten pornografi.

Hak atas foto Mabes Polri
Image caption Tiga tersangka dengan inisial JAS (32 ) MFT (43) dan SRN (32) yang menjadi tersangka pengelola kelompok Saracen.

Sementara itu, 'Saracen', jaringan yang diduga menyebar berita palsu dan kabar bohong -yang marak ditemukan menjelang pilkada DKI- juga masuk menjadi peristiwa terbesar nasional pada 2017.

SEA Games

SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia menyimpan banyak kenangan buat Indonesia. Dan sepertinya, lebih banyak buruknya daripada kenangan indah.

Diawali dengan insiden bendera terbalik dalam buku pembukaan SEA Games yang kemudian memancing reaksi kesal dari warganet di Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Malaysia kemudian menemui Menpora RI Imam Nachrawi untuk menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa tak ada kesengajaan dalam kasus itu.

Presiden Jokowi sudah pula mengatakan peristiwa itu sangat disesalkan karena berkaitan dengan kebanggan atas bendera, namun tidak usah dibesar-besarkan.

Namun SEA Games 2017 menjadi penanda akan keterpurukan prestasi atlet-atlet Indonesia. Indonesia terpuruk di urutan lima dengan memperoleh 32 medali emas, sementara pemerintah menetapkan target 55 medali emas.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Pelari Indonesia Triyaningsih sujud syukur setelah memenangi ajang 10 ribu meter.

Dalam SEA Games ke-29 itu, kontingen Indonesia mengirim 530 atlet resmi untuk mengikuti 36 cabang olah raga, dan pada beberapa cabang yang dijagokan -seperti bulu tangkis- target emas itu meleset,

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengakui Indonesia dahulu mampu berjaya karena negara-negara tetangga belum menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pembinaan olah raganya.

"Dahulu peta kekuatan di negara-negara Asia Tenggara itu, dinamikanya tidak setajam sekarang. Sekarang penggunaan sport sains banyak sekali," kata Gatot.

Faktor lainnya adalah pembangunan infrastruktur olah raga, yang menurut Gatot, Indonesia kini jauh tertinggal dibandingkan dengan sejumlah negara di wilayah Asia Tenggara.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Laga tim sepakbola Indonesia pada Sea Games 2017 selalu dihadiri ribuan pendukung yang mayoritas merupakan TKI di Malaysia.

Tak hanya mencatat pencapaian terburuk sepanjang ajang olahraga antarnegara ASEAN, keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2017 juga diwarnai keluh-kesah atlet tentang 'tidak kunjung cairnya uang saku, akomodasi hingga keharusan merogoh kocek pribadi'.

Gunung Agung

Antisipasi akan peristiwa bencana alam Gunung Agung, termasuk letusan dan aliran lahar dingin yang kemudian muncul, menjadi salah satu peristiwa nasional yang paling banyak dicari sepanjang tahun ini.

Selama sedikitnya dua bulan sejak September 2017, kehidupan warga Bali dan industri pariwisata di pulau itu, berada dalam bayang-bayang ancaman letusan Gunung Agung.

Letusan Gunung Agung sebelumnya pada tahun 1963 berlangsung selama satu tahun, dan mengakibatkan kolom letusan atau semburan abu vulkanik sejauh 20km dari puncak kawah, sementara letusan Gunung Agung pada akhir November 2017 'hanya sekitar 3.500 meter sampai 4.000 meter', menurut BNPB.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang wisatawan di Sunset Point di Pantai Amed -jauh dari zona bahaya dengan radius 10km yang ditetapkan pemerintah- agaknya melihat letusan Gunung Agung sebagai 'bonus' liburan.

Meski begitu lahar dingin tetap mengalir dan melanda sejumlah desa di lereng gunung.

Pada Senin (27/11), otoritas sempat menutup bandara Ngurah Rai karena ancaman sebaran abu vulkanik, namun pada Rabu (29/11), bandara Ngurah Rai sudah kembali dibuka.

First Travel

Kasus dugaan penggelapan uang ribuan jamaah First Travel yang dijanjikan umrah murah menjadi salah satu peristiwa terbesar sepanjang 2017.

Kepolisian menduga Anniesa Hasibuan, perancang yang pernah menampilkan karyanya di New York Fashion Week, melarikan uang sekitar Rp550 miliar. Dana itu dibayarkan calon jemaah umrah ke PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang didirikan Anniesa.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Tiga tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umroh, yakni Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan adiknya Siti Nuraidah Hasibuan.

Andika Surachman, suami Anniesa yang turut mengelola perusahaan itu, juga ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan serupa.

Perhitungan yang dilakukan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menunjukkan tagihan yang harus dibayar First Travel mencapai setidaknya Rp1 triliun yang mencakup pembayaran ke calon jemaah, ganti rugi vendor, gaji karyawan, biaya untuk agen, dan pajak, selain juga pembayaran ke sejumlah hotel di Arab, dan penyedia visa dan tiket.

Diperkirakan ada hampir 60.000 calon jamaah First Travel yang gagal berangkat umroh.

Bom Kampung Melayu

Mei 2017, sebuah ledakan bom terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang ramai. Bom bunuh diri ini menyebabkan tiga polisi meninggal dunia, dua pelaku tewas, dan melukai 10 lainnya

Juru bicara Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto saat itu mengatakan kedua pelaku diduga merupakan anggota Jamaah Ansyar Daulah, yang juga disebut-sebut sebagai pihak di balik serangan bom Sarinah, Jakarta, pada Januari 2016.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Sejumlah polisi memeriksa potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan bom.

Polisi sempat menyebut kemungkinan kaitan serangan itu dengan dua peristiwa internasional, yakni serangan bom bunuh diri di penghujung konser Ariana Grande di Manchester, Inggris, yang menewaskan 22 orang, dan pendudukan Kota Marawi di Filipina Selatan.

Serangan Manchester, Inggris, diklaim oleh ISIS, sementara pendudukan Marawi dilakukan oleh ratusan gerilyawan pro-ISIS.

Sementara itu peneliti terorisme Sydney Jones mengatakan bahwa kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kekuatan jaringan Jamaah Ansyar Daulah, meski ada orang-orang dari Banten, Tegal, Poso, Makasar, bahkan Bengkulu yang ditangkap.

Hak atas foto EPA
Image caption Masyarakat berkerumun di dekat lokasi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta.

Namun menurutnya, "dibandingkan dengan Thailand, Filipina, atau negara lain di Asia Tenggara, Indonesia lebih bisa me-manage ancaman-ancaman itu dibanding negara-negara lain."

Kasus bayi Debora

Bayi empat bulan, Tiara Debora, dibawa ke IGD Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu (03/09) subuh akibat sesak nafas.

Debora langsung ditangani pihak rumah sakit dengan penyedotan lendir hingga diberikan pengencer dahak, namun nyawanya tidak tertolong.

Hak atas foto Adek Berry/AFP/Getty Images
Image caption Rumah sakit swasta dilaporkan masih banyak yang belum bekerja sama dengan BPJS.

Ibu Debora, Henny Silalahi mengatakan Debora meninggal sesudah rumah sakit menolak memasukkannya ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit) akibat kurang uang muka. Salam situsnya, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres membuat rilis pers yang menepis tuduhan bahwa mereka menolak memasukkan Debora ke ICU.

Insiden ini mengungkap kembali fakta bahwa masih banyak rumah sakit swasta, seperti RS Mitra Keluarga, yang tidak bekerja sama dengan BPJS.

Sementara itu, sepanjang 2017, isu kesehatan lain yang juga mencuat termasuk merebaknya lagi penyakit difteri sampai menyebabkan kejadian luar biasa di 20 provinsi. Penyakit itu seharusnya sudah lama hilang karena vaksinasi sudah tersedia.

Hak atas foto BPBD Purworejo
Image caption Banjir di Pacitan, DI Yogyakarta, Wonogiri, dan Ponorogo, menurut BNPB, menewaskan 19 orang.

Kemunculan lagi difteri pun menghidupkan lagi perdebatan soal perlu atau tidaknya vaksinasi.

Badai Dahlia

Pertama kalinya dalam sejarah, dua badai siklon terbentuk di Indonesia dalam satu minggu yang sama. Siklon tropis Dahlia terbentuk di barat daya Bengkulu pada 29 November setelah siklon tropis Cempaka, yang berdampak pada banjir dan longsor di Pacitan, Yogyakarta, dan Wonogiri, mulai melemah.

Setelah Dahlia, BMKG tak menutup kemungkinan terjadi siklon tropis baru lainnya dalam waktu dekat.

Pengabdi Setan

Film buatan sutradara Joko Anwar ini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang tahun ini, dan menjadi film Indonesia terlaku keempat sepanjang masa . Karakter filmnya, tokoh Ibu, menjadi meme yang viral sejak film diluncurkan. Di ajang Festival Film Indonesia, film ini mendapat tujuh piala, termasuk untuk tata suara, aransemen musik, dan lagu asli terbaik.

Hak atas foto Pengabdi Setan
Image caption Film buatan sutradara Joko Anwar ini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang tahun.

Film Pengabdi Setan juga sudah diputar di Malaysia dan menjadi film terlaris sepanjang tahun, selain rencananya juga akan dipertontonkan di 26 negara.

'Om telolet om'

Masih ada yang ingat dengan bunyi klakson bus ini? Sebenarnya tren ini terjadi sekitar setahun lalu, pada 23 Desember 2016. Namun tampaknya tren ini masih terus dicari sepanjang 2017.

'Om telolet om' mendadak jadi topik populer dunia di Twitter karena dicuitkan oleh DJ-DJ terkenal. Ini sebenarnya adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik.

"Telolet telolet," begitu bunyinya.

Video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta 'telolet' ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook.

Hak atas foto AFP/Getty

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

Awalnya, klakson itu dianggap berisik, namun popularitasnya baru terjadi dalam tiga sampai empat tahun terakhir.

Tahun depan, akankah kita masih ingat dengan om telolet om?

Topik terkait

Berita terkait