Dampak pemadaman listrik PLN: Dari gangguan kereta sampai pembayaran tol

Stasiun kereta BNI Hak atas foto AFP/Getty Images/Bay Ismoyo

Pemadaman listrik di 3.693 lokasi di Jabodetabek berdampak luas, terutama pada aktivitas ekonomi, gangguan jadwal kereta, sampai pembayaran tol, menurut laporan warganet.

PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menyatakan telah berhasil melakukan penormalan pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya sehingga tidak ada lagi wilayah yang mengalami pemadaman.

Sebelumnya, PLN lewat pernyataannya "meminta maaf terkait gangguan pemadaman yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta dan Tangerang".

"Hal ini disebabkan adanya gangguan teknis yang terjadi pada sistem 150 kV Gandul-Muara Karang pada pukul 07.18 wib. Kejadian ini menyebabkan 17 Gardu Induk (GI) dari 80 GI yang ada di Jakarta sempat mengalami gangguan," menurut I Made Suprateka, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, dalam pernyataan tersebut.

"Kami mohon maaf atas pemadaman yang terjadi, hal ini masih dalam penanganan kami. Beberapa gardu induk saat ini sudah pulih dan berhasil menyuplai tenaga listrik ke pelanggan dan kami akan lakukan percepatan untuk penormalan seluruh sistem," ujar I Made lagi.

Namun, gangguan tersebut telah berdampak pada jadwal kereta commuter serta layanan pembayaran jalan tol yang sepenuhnya sudah melalui cara pembayaran elektronik.

Ada juga pengguna media sosial yang menghubungkan mati lampu dengan berbagai resolusi di 2018.

Sementara beberapa pengguna media sosial lain, termasuk juru bicara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Naufal Yursak, mempertanyakan hubungan antara gangguan pemadaman tersebut dengan reklamasi yang berlanjut.

Menurut catatan Spredfast, 'PLN' digunakan dalam lebih dari 3.000 cuitan atau mengalami kenaikan 114% dalam delapan jam terakhir sejak PLN melaporkan adanya gangguan.

Meski mereka menyatakan sudah berhasil melakukan penormalan, namun beberapa unggahan di media sosial masih melaporkan pemadaman yang masih berlanjut.

Topik terkait

Berita terkait