Ungkapan 'hoax membangun' ketua Badan Siber Djoko Setiadi yang 'hanya pancingan'

Pelantikan Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Purn Djoko Setiadi di Istana Kepresidenan, Rabu (3/1). Hak atas foto Biro Setpers
Image caption Pelantikan Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Purn Djoko Setiadi di Istana Kepresidenan, Rabu (3/1).

Pernyataan Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Purn Djoko Setiadi soal 'hoax membangun' menjadi pembahasan warganet sampai ke politisi.

Djoko kemudian meralat ucapannya itu dan menyebutnya 'gimmick' dan 'sekadar pancingan'.

Setelah dilantik di Istana Negara, pada Rabu (03/01), Djoko mengatakan pada wartawan, "Memang hoax ada positif dan negatif. Saya juga mengimbau pada kawan-kawan, putra-putri bangsa ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun kita silakan saja, tapi jangan terlalu memproteslah, menjelek-jelekanlah, ujaran-ujaran tak pantas, saya rasa bisa pelan-pelan dikurangi."

Tampaknya Djoko mencampurkan hoax dengan kritik, namun warganet mengambil istilah 'hoax membangun' yang diucapkan Djoko itu dan membuat versi mereka sendiri.

Tagar #hoaxmembangun, menurut Spredfast, sudah dicuitkan lebih dari 42.000 kali dan mengundang tanggapan bukan hanya dari warganet, namun juga dari politisi.

Hak atas foto Biro Setpers

Dari mulai Presiden PKS Sohibul Iman yang menyebut 'hoax membangun' sama halnya seperti "es panas", sampai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut komentar tersebut sebagai "preseden buruk", sampai Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid yang mengatakan "hoax apapun bentuknya...jelas tidak boleh".

Di media sosial pun, istilah dan tagar #hoaxmembangun juga digunakan oleh akun resmi Partai Gerindra untuk mengkritik kebijakan pemerintah lewat serangkaian cuitan.

Sementara itu, anggota DPD Fahira Idris juga meminta agar Ketua BSSN Djoko Setiadi "untuk tidak lagi memancing kegaduhan dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial".

Kepada para wartawan, Djoko mengatakan bahwa pernyataannya itu hanya pancingan untuk mengetes reaksi publik yang ternyata sangat peka.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan, bahwa BSSN tidak bertugas untuk menangani hoax, tapi untuk mendukung keamanan siber.

"Kalau hoax masuk masalah konten. Jadi tugas BSSN tidak terkait hoax. Fokusnya (tugasnya) adalah di masalah keamanan siber, seperti penanganan masalah Wannacry kemarin, atau misalnya ada hacking. Itu yang nangani BSSN," kata Rudiantara.

Berita terkait