Jonru divonis hukuman penjara 1,5 tahun, terbukti sebarkan kebencian dan permusuhan

joh riah ukur ginting Hak atas foto Detikcom/Grandyos Zafna

Jonru alias Jon Riah Ukur Ginting divonis satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp50 juta karena terbukti menyebarkan kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA di media sosial.

Vonis yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (02/02) ini lebih ringan dari tuntutan dua tahun pidana penjara yang diajukan oleh jaksa.

Majelis hakim yang dipimpin Antoino Simbolon menyatakan perbuatan terdakwa "terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyebarkan informasi kebencian dan permusuhan SARA."

Dalam amar putusannya, Jonru dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) juncto 45a Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang diperbarui menjadi UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Setelah mendengarkan putusan ini, Jonru di hadapan majelis hakim mengatakan dirinya masih "mikir-mikir" apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau tidak.

Hak atas foto FACEBOOK/JONRU GINTING
Image caption Jonru memiliki banyak pengikut di media sosial, yaitu sekitar 1,47 juta pengikut. Akun Twitternya memiliki 92,5 ribu pengikut, Instagram 66,7 ribu, dan Periscope 531 pengikut.

Sebelum dilaporkan ke polisi pada September 2017 lalu, Jonru Ginting dikenal aktif di media sosial melalui komentar atau tautannya.

Dia juga dikenal banyak pengikut, yaitu sekitar 1,47 juta pengikut. Akun Twitternya memiliki 92,5 ribu pengikut, Instagram 66,7 ribu, dan Periscope 531 pengikut.

Nama Jonru mulai dikenal jagat media sosial di Indonesia menjelang Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Jonru dilaporkan oleh sejumlah pribadi, diantaranya Muannas Al Aidid dan Muhamad Zakir Rasyidin, ke kepolisian karena dianggap menyebarkan kebencian dan mencemarkan nama baik, sejak pertengahan tahun lalu.

Laporan ini didasarkan dari postingannya dari akun-akun yang diduga milik Jonru Ginting di Instagram, Facebook, dan Twitter.

Salah satunya adalah mencakup unggahan Jonru soal Presiden Joko Widodo serta tuduhan yang menyebut seseorang sebagai keluarga dari petinggi Partai Komunis Indonesia Dipa Nusantara Aidit.

Berita terkait