Backpacker usia 73 tahun yang menginspirasi anak muda Cina

Qi, seorang backpacker usia 73 tahun Hak atas foto Pear Video
Image caption Nona Qi, seorang pensiunan guru, memicu perdebatan di Cina soal pilihan-pilihan yang bisa dimiliki seseorang di usia tua.

Seorang perempuan tua yang memilih untuk menjalani masa pensiunnya untuk hidup dengan cara 'backpacking' telah merebut hati jutaan penggemarnya di media sosial Cina.

Pensiunan guru berusia 73 tahun itu, yang oleh Pear Video disebut sebagai Nona Qi, mengatakan bahwa dia memilih untuk melakukan perjalanan daripada merawat keturunannya.

Video pendek itu telah memicu perdebatan di dunia maya tentang peran tradisional yang harus dijalani seorang perempuan tua di Cina, yaitu pindah untuk tinggal bersama anak-anaknya dan menghabiskan hidupnya untuk merawat cucunya.

"Kenapa orang tua di Cina harus melakukan pekerjaan rumah, dan membantu mengurus anak-anak serta cucu mereka?" katanya di Pear Video.

"Kita harus punya hidup kita sendiri."

'Buku harian kenangan'

Nona Qi, di video itu, mengatakan bahwa dia sudah melakuakn perjalanan seumur hidupnya, mengunjungi negara-negara di Eropa, Amerika Utara dan Asia.

Pear Video mengikuti perjalanan terakhirnya ke Quanzhou di Provinsi Fujian, Cina. Di sana, dia tinggal di penginapan asrama, dan mengatakan bahwa dia menghemat uang dengan melakukan perjalanan bersama pelajar dan berbagi biaya perjalanan.

Hak atas foto Pear Video
Image caption Nona Qi kadang tinggal di penginapan asrama saat dia melakukan perjalanan karena dia menikmati bertemu dengan anak muda.

Menurutnya, bertemu dengan anak muda adalah salah satu hal paling penting dalam perjalanannya. "Saya bicara dengan mereka dan mereka punya banyak hal yang menarik dan segar untuk disampaikan," katanya.

Ibunya masih hidup, dan Nona Qi mengatakan, dia sering melakukan panggilan video ke ibunya, yang kini berusia 92 tahun, untuk memberi kabar, dan sering mengunggah foto-foto di media sosial untuk anak-anak dan cucunya.

"Saya punya akun yang terbuka untuk umum. Sudah ada selama lima bulan. Saya menulis semuanya: kenangan, inspirasi saya - sebuah buku harian kenangan untuk cucu dan anak-anak saya."

Hak atas foto Pear Video
Image caption Perempuan berusia 73 tahun itu mencatat perjalanannya di media sosial untuk anak-anak dan cucunya.

Video tiga menit yang memperlihatkan Nona Qi itu sudah ditonton lebih dari 11 juta kali di situs video Miaopai dan mendapat puluhan ribu komentar di media sosial Cina, termasuk di blog mikro Sina Weibo, dan banyak pengguna menyatakan kekagumannya akan Nona Qi sebagai seorang yang bebas.

"Seorang perempuan yang mandiri dan mempesona," kata seorang pengguna. "Usianya bukan masalah."

Banyak pengguna yang mengatakan bahwa mereka suka melihat Qi menikmati kebebasannya, dan perjalanan Qi tersebut menguatkan mereka untuk membahas soal kemandirian dan keputusan mereka soal menikah atau memiliki anak.

"Kenapa orangtua Cina selalu mendorong untuk menikah dan punya anak?" kata seorang pengguna.

"Inilah alasan saya tidak mau punya anak - saya orang yang terlalu menyukai kebebasan," kata pengguna lain. "Saya lebih memilih untuk sendiri, seorang yang bebas."

"Tidak ada maknanya pernikahan. Menjadi bebas adalah tanpa ikatan, ada hal yang positif dalam melakukan apa yang ingin Anda lakukan."

'Saya ingin bisa jadi seperti dia'

Video Nona Qi juga membuat pengguna media sosial berpikir kritis soal peran orang tua dalam kehidupan keluarga.

"Kepatuhan filial", sebuah konsep Konghucu yang menunjukkan rasa hormat pada orangtua, leluhur, dan kerabat yang lebih tua, adalah sebuah nilai penting dalam budaya serta masyarakat Cina, dan secara budaya, orangtua akan hidup dengan anak mereka saat sudah di usia tua.

Hak atas foto Pear Video
Image caption Video Nona Qi sudah ditonton lebih dari 11 juta kali.

Banyak orang tua di Cina yang bekerja dalam jam yang panjang - atau harus pindah dari kampung halaman untuk bekerja - sehingga kakek dan nenek sering menjalani peran untuk merawat cucu mereka.

Namun, dengan usia harapan hidup yang semakin panjang, reformasi ekonomi, serta tingkat kelahiran yang rendah, berarti Cina tengah menghadapi krisis populasi yang menua. Pada 2050, lebih dari seperempat dari populasi Cina yang mencapai 1,4 miliar orang, akan berusia 65 tahun.

Pemerintah Cina yakin bahwa kebijakan satu anak mereka mencegah 400 juta kelahiran tambahan. Namun sejak aturan itu dicabut pada 2016, tidak ada peningkatan berarti dalam jumlah orang yang memiliki anak kedua.

Perempuan juga memiliki anak di usia yang semakin tua, atau malah tidak sama sekali, dan jutaan orang akan tidak memiliki keturunan.

Maka banyak komentator online yang melihat Nona Qi sebagai panutan bagi usia tua mereka.

"Saya harap saya bisa seperti dia saat saya tua," kata seorang warganet. Lainnya menambahkan, "Tak banyak orang seperti dia: orang tua tampaknya berpikir mereka tak bisa lagi menjadi seperti saat mereka muda. Tapi kita harus memikirkan diri kita sendiri."

BBC Monitoringmelaporkan dan menganalisis berita dari TV, radio, internet, dan media cetak di seluruh dunia. Anda bisa mengikuti BBC Monitoring di Twitter dan Facebook.

Berita terkait