Para pejabat Iran diejek karena menggunakan produk asing

Mobil BMW modern dengan plat Iran. Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang pria mengendarai mobil impor buatan Jerman.

Awalnya, dalam sebuah pidato yang ditayangkan di televisi untuk merayakan Tahun Baru Persia pada Selasa (20/03), Pemimpin Besar Iran Ali Khamenei mendorong warga Iran untuk mendukung produk lokal dan tidak mengimpor dari luar negeri.

Dan sesudahnya, foto-foto mulai bermunculan di media sosial yang memperlihatkan beberapa pejabat yang tidak mengikuti imbauan itu, termasuk Khamenei sendiri.

Foto Pemimpin Besar Iran keluar dari BMW disukai lebih dari 1.200 kali, dan beberapa orang mengunggah ulang foto itu bersebelahan dengan foto Perdana Menteri Iran di masa pra-Republik Islam, Amir-Abbas Hoveyda, yang mengendarai mobil buatan Iran pertama, Paykan, pada 1960-an.

Yang tertulis di tweet ini: "PM dari rezim korup Pahlavi mengendarai mobil buatan dalam negeri, tapi pemimpin spiritual Muslim di seluruh dunia mengendarai mobil kafir ratusan juta [dolar], Republik motto."

Sebagian orang membela Khamenei atas foto tersebut, dan satu orang menyebut bahwa mobil itu mungkin adalah milik kementerian keamanan dan bukan milik Khamenei sendiri.

Namun sebagian orang mengatakan bahwa mobil buatan lokal sebagai "produk sampah", dan sebagian yang lain membagikan foto-foto mobil Iran yang rusak parah.

Yang tertulis di tweet ini: "Di tahun #dukungan_bagi_produk_Iran, berikan semua ulama dan pendukung ultra-religius dari pemerintahan mobil Kia Pride dan paksa mereka untuk mengendarainya."

Anggota keluarga Khamenei lainnya yang dikritik adalah Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan Ketua Parlemen Iran yang anak perempuannya menikahi anak laki-laki Ali Khamenei, Mojtaba.

Dalam satu cuitan yang disukai lebih dari 700 kali, seseorang membagikan foto-foto Haddad-Adel yang mengenakan pakaian dari sebuah toko pakaian terkenal dan mahal di Inggris.

Cuitan ini tertulis: "#dukungan_bagi_produk_Iran dari Haddad-Adel, ayah mertua dari Mojtaba Khamenei, Pangeran Iran, yang membeli pakaian dari Inggris yang jahat."

Tapi tak semua orang kritis, dan beberapa orang menggunakan kesempatan itu untuk memuji produk dalam negeri pilihan mereka.

Satu orang menggunakan tagar itu untuk membagikan unggahan bahwa mereka membeli teh Tabiat, sementara orang lain menuliskan daftar produk Iran yang bisa menggantikan produk asing yang populer.

Beberapa yang disarankan adalah cokelat sarapan Farmand untuk mengganti Nutella, permen Shiba untuk Haribo, dan perlengkapan rumah tangga Pars Khazar untuk menggantikan produk De'Longhi.

Topik terkait

Berita terkait