Berbalas tagar #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Video dugaan perisakan tersebut terjadi pada acara Car Free Day yang berlangsung di sekitar kawasan Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada Minggu (29/4). Hak atas foto YouTube/Jakartanicus
Image caption Video dugaan perisakan tersebut terjadi pada acara Car Free Day yang berlangsung di sekitar kawasan Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada Minggu (29/4).

Viralnya sebuah video yang menampilkan dugaan perisakan terhadap seorang ibu dan seorang anak yang mengenakan kaus pendukung Presiden Joko Widodo menghidupkan lagi aksi berbalas tagar #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja yang diduga terkait pemilihan presiden 2019 nanti.

Video dugaan perisakan tersebut terjadi pada acara Car Free Day yang berlangsung di sekitar kawasan Thamrin-Sudirman, Jakarta, pada Minggu (29/4).

Salah satu akun yang menyebarkan video tersebut adalah milik @robin_ssl yang sudah disebarkan lebih dari 1.100 kali dan disukai lebih dari 500 kali.

Dalam video sepanjang 1:30 menit tersebut terlihat seorang perempuan yang mengenakan kaus dengan tagar #DiaSibukKerja- yang memperlihatkan lengan seorang pria yang melambangkan Presiden Jokowi tengah menggulung lengan bajunya - dikelilingi oleh beberapa pria dengan kaus #2019GantiPresiden yang melambai-lambaikan uang sambil meneriakkan, "Nasi bungkus, nasi bungkus."

Di media sosial, aksi dugaan perisakan itu pun mengundang banyak perdebatan di kalangan warganet - dari yang mengecam sampai yang menjadikannya bahan ilustrasi.

Bagi pendukung tagar #2019GantiPresiden, mereka menyebut bahwa aksi tersebut adalah bagian dari spontanitas dan tidak hanya terbatas di Jakarta, melainkan juga berlangsung di Bandung dan Surabaya.

Menurut situs Spredfast, tagar #2019GantiPresiden meningkat 232% penggunaannya, atau dipakai di sekitar 120 ribu cuitan sejak Minggu (29/04) pagi.

Hak atas foto Spredfast
Image caption Penggunaan tagar #2019GantiPresiden yang meningkat sejak Minggu (29/04) pagi.

Bagi pengajar filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung, lewat akun media sosialnya, dia menyatakan bahwa tagar tersebut kini menjadi bagian dari "argumentasi publik".

Sementara itu, tagar yang digunakan sebagai tandingan, yaitu #DiaSibukKerja, meski meningkat penggunaannya 10.000% namun hanya digunakan dalam kurang lebih 11.000 cuitan.

Lewat pernyataannya, Hendardi, Ketua SETARA Institute, menyatakan bahwa "pemerintah daerah dan aparat kepolisian hendaknya melakukan tindakan presisi untuk mencegah berulang dan maraknya intimidasi terhadap sesama warga karena perbedaan pilihan politik."

"Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur harus mengevaluasi secara adil penggunaan CFD dan ruang publik lainnya untuk kegiatan kampanye politik," tambah Herdadi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa acara hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta "harus bebas dari segala aktivitas politik", sementara Ketua MPR dan Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan merasa bahwa peristiwa itu sebagai sesuatu yang "sangat biasa".

Menkumham Yasonna Laoly pun menyatakan munculnya aksi intimidasi yang terjadi saat hari bebas kendaraan bermotor, yang seharusnya digunakan untuk berolahraga, bukan untuk aktivitas politik.

Sama halnya di media sosial, banyak warga yang menyesalkan penggunaan acara hari bebas kendaraan bermotor tersebut sebagai ajang kampanye politik oleh kedua belah pihak.

Bukan hanya terhadap hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta, warganet juga mengungkapkan kekecewaan atas penggunaan hari tersebut di Bandung dan Surabaya sebagai ajang kampanye politik.

Meski begitu, ada juga warganet dengan dua kaus dari 'aliran' berbeda yang memilih untuk berfoto bersama.

Berita terkait