Baju koko Black Panther 'raja Wakanda' yang semakin banyak dicari saat Ramadan

Aktor Chadwick Boseman saat pemutaran perdana film Black Panther di California, AS, 29 Januari 2018. Hak atas foto REUTERS/Mario Anzuoni
Image caption Aktor Chadwick Boseman saat pemutaran perdana film Black Panther di California, AS.

Kemunculan baju koko Black Panther sebenarnya sudah dimulai sejak film itu diputar di Indonesia beberapa bulan lalu, namun saat Ramadan datang dan Lebaran menjelang, kebutuhan akan baju baru pun membuat tren ini muncul kembali.

Sejak film Black Panther dirilis pada Februari 2018 lalu di Indonesia, perbandingan antara baju yang dipakai oleh karakter raja Wakanda, T'Challa (Chadwick Boseman) dengan baju koko sudah banyak disampaikan oleh warganet.

Namun, saat Ramadan datang dan Lebaran menjelang, kebutuhan akan baju baru pun membuat tren baju koko Black Panther menjadi muncul kembali.

Baju koko tersebut, sudah dilaporkan oleh warganet saat beribadah tarawih, bahkan ada yang menyatakan sudah kehabisan di toko-toko sehingga banyak yang berusaha mencari secara online.

Minat warganet terhadap baju koko 'jenis Black Panther' itu pun tampaknya masih tinggi dan tidak terbatas pada orang dewasa saja, tapi juga pada anak-anak.

Ina Binandari, head of fashion design di perusahaan pakaian baju muslim El Zatta dan Zatta Men, berpendapat wajar jika pakaian itu banyak digunakan atau menjadi populer saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Belajar bahasa Wakanda ala Black Panther

Motif bordir yang muncul dalam pakaian yang dikenakan oleh karakter T'Challa dalam film Black Panther itu, menurut Ina, memang mirip dengan motif bordir yang sering muncul dalam baju koko.

"Istilahnya bordir seperti itu hanya untuk festive-lah ya, acara perayaan, kalau (gaya) bordir-bordir penuh seperti itu," kata Ina.

Baju koko sendiri, menurut Ina, memang merupakan sebuah bentuk adopsi tersendiri dari baju terusan Nehru dengan kerah gaya mandarin.

"Kerah baju Nehru kan seperti baju koko, tapi kalau di istilah mode, kerah seperti itu namanya mandarin collar, makanya dibilang (baju) 'koko' karena dari 'kakak' dalam bahasa Tionghoa karena bajunya berkerah mandarin," kata Ina.

Penggunaan Black Panther sebagai inspirasi pun, menurut Ina, sebenarnya tak terhindarkan, mengingat produsen pembuat baju koko selama ini memang sering mencari ide dari tontonan atau model pakaian yang sering dipakai oleh bintang populer di sinetron yang diputar di televisi.

"Muncullah si Black Panther ini, yang kalau dilihat-lihat, memang pas gayanya buat baju koko," kata Ina.

Dalam pengamatannya, baju koko yang kebanyakan sudah ada di pasaran dan ditujukan oleh kalangan menengah memang sering menampilkan gaya bordir, sehingga saat memasarkannya, mereka memirip-miripkannya dengan Black Panther.

Namun, menurut Ina, dia juga melihat ada produsen yang memang berusaha meniru atau setidaknya memiripkan baju koko yang mereka buat dengan kostum T'Challa di film tersebut.

Tetapi, buat Anda yang tidak terlalu tertarik dengan baju koko Black Panther, mungkin Anda tertarik dengan baju koko Thanos atau Avengers lainnya?

Berita terkait