Anak laki-laki harus dilatih untuk bisa 'menerima kalau cinta ditolak'

Remaja laki-laki dan perempuan duduk bersama menggunakan HP mereka. Hak atas foto Getty Images

Perilaku terduga pelaku penembakan di AS telah memicu perdebatan di dunia maya tentang bagaimana seharusnya menerima penolakan cinta.

Jika usaha pertama Anda tak berhasil, maka Anda harus mencoba lagi. Benar kan?

Itulah 'ajaran' yang sering disampaikan pada kita sebagai anak atau remaja.

Dan ini adalah dasar dari hampir semua kisah cinta komedi romantis yang pernah ada - seorang laki-laki bertemu perempuan. Si perempuan menolak laki-laki itu. Kemudian si laki-laki terus-terusan mengejar si perempuan dengan cara yang semakin kreatif sampai akhirnya si perempuan menyerah dan mereka hidup bahagia.

Formula ini sering disebut 'berburu atau mengejar cinta'.

Mungkin memang ada waktu dan tempat untuk kegigihan, tapi kegigihan itu tidak pada tempatnya ketika mengajak kencan seorang perempuan - dan itulah yang diajarkan seorang bibi pada keponakan remajanya di AS.

Ajarannya itu menjadi semakin kuat setelah terjadi penembakan di sekolah yang menewaskan 10 orang di Santa Fe, Texas, AS, pada Jumat (25/10).

Ibu dari Shana Fisher, korban usia 16 tahun, mengatakan pada media bahwa anak perempuannya telah "berbulan-bulan menghadapi masalah" dari si penembak dan dia menolak si penembak beberapa hari sebelum serangan terjadi.

Banyak pengguna media sosial yang kini berdebat tentang bagaimana perempuan bisa menanggapi pendekatan yang berulang atau gangguan dari anak laki-laki dan pria, dan bagaimana anak laki-laki seharusnya menanggapi cinta yang tak berbalas.

Dalam sebuah cuitan yang sudah dibagikan lebih dari 130.000 kali, @adigoesswimming menjelaskan percakapannya dengan keponakan laki-lakinya setelah seorang perempuan menolaknya.

"Keponakan laki-laki saya yang remaja bercerita bahwa dia mengajak kencan seorang perempuan, dan ajakan itu ditolak. Saya bilang, "Kamu tahu apa yang harus dilakukan, kan?" Dia bilang, "Saya tahu, terus mencoba" dan saya bilang, "Tidak. Jangan ganggu dia lagi. Dia sudah memberi jawaban." Dia terkejut. Tak ada seorang pun yang mengajarkan itu pada dia. Ajarkan itu pada anak laki-laki Anda," tulisnya.

Kisahnya itu kemudian ramai dibagikan, dan banyak pengguna media sosial yang membagikan kisah serta pengalaman mereka dalam menghormati batasan, terutama di kalangan anak muda.

"Kita seharusnya mengecilkan arti cinta masa sekolah yang meninggalkan jejak besar namun sebenarnya adalah hasil dari gagasan kita yang belum terbentuk akan karakter, percintaan, dan kemungkinan-kemungkinan dalam hidup, selain juga otak yang belum sepenuhnya tumbuh," kata LJ Platt.

Chris Csernica menyebut bahwa masalahnya adalah anak laki-laki diajarkan bahwa gagal itu bukan pilihan, dan saat nasihat ini diterapkan dalam percintaan, maka ini menjadi tidak tepat.

Suzanne Kco menambahkan bahwa film serta buku yang mengajarkan pada anak laki-laki agar 'tidak menyerah' adalah bagian dari masalah, dan orang yang menolak ajakan kencan harus dihormati.

Beberapa orang tua membagikan pengalaman mereka dalam mengajarkan anak laki-laki mereka untuk menerima penolakan.

"Saya mengajak bicara anak laki-laki saya, yang sangat pemalu, tentang ini. Penting agar dia belajar bahwa penolakan itu bukan tentang dia, dan bukan urusannya kenapa seorang perempuan akan menolaknya," kata @JTRJules.

Maro Virino menambahkan, "Saya sedang membesarkan tiga anak laki-laki yang bsia mendengar dan menerima Tidak dari perempuan tanpa mereka bereaksi buruk terhadap penolakan itu."

"Saya menanyakan ini ke anak laki-laki saya, sampai soal "kamu tahu kan apa yang harus dilakukan sekarang". Saya senang saat mendengar jawaban, "cari anak perempuan lain" dari mereka. Mereka menjelaskan, jika dia tidak mau kencan denganmu, cari yang lain. Saya tidak sepenuhnya gagal sebagai orang tua," kata Ayerene Isme.

Meski begitu, ada juga yang mengingatkan bahwa pendekatan seperti itu tidak sepenuhnya tepat, karena ada pengalaman lain yang menunjukkan bahwa sedikit kegigihan akan berakhir bahagia.

"Saya kenal seseorang yang mengajak kencan seorang perempuan, dia menolak. Pria itu mengajak lagi, dia bilang tidak. Tapi dia memutuskan untuk mengajaknya sekali lagi. Dia setuju. Kini mereka sudah menikah selama 30 tahun," kata @PrezMisterSix.

Nick menambahkan, "Ibu saya awalnya menolak ayah saya, dan kemudian memutuskan untuk memberinya kesempatan, dan mereka menikah. Kegigihan tak selalu buruk jika dilakukan dengan sopan," katanya, sambil menambahkan, "Saya tetap menyarankan agar laki-laki tidak berperilaku jahat atau jadi tidak menghormati terhadap penolakan."

Topik terkait

Berita terkait