Penghapusan foto Instagram pertemuan Amien Rais, Prabowo, Rizieq Shihab: Benarkah bermotif politik?

Unggahan di akun Instagram @amienraisofficial yang dihapus karena dianggap tidak sesuai dengan aturan komunitas. Hak atas foto Instagram/AmienRaisOfficial
Image caption Unggahan di akun Instagram @amienraisofficial yang dihapus karena dianggap tidak sesuai dengan aturan komunitas.

Foto-foto pertemuan Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, dan Amien Rais yang diunggah ke akun Instagram @amienraisofficial dihapus oleh Instagram karena dianggap melanggar aturan komunitas media sosial tersebut. Kemenkominfo membantah bahwa penghapusan foto tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah.

Dalam unggahan screenshot di akun @amienraisofficial itu, tertulis, "IG akhirnya menghapus kembali berkali-berkali secara sepihak semua foto yang kami upload, yang berkaitan dengan tokoh tertentu."

Menurut akun tersebut, penghapusan tersebut adalah "bukti bahwa kebebasan berekspresi (yang bertanggung jawab) yang menjadi salah satu agenda reformasi kembali dicederai; mengembalikan kita pada era yang represif (order baru)".

Unggahan yang menampilkan screenshot yang menyatakan bahwa foto tersebut dihapus karena dianggap melanggar ketentuan komunitas disukai lebih dari 6.000 kali dan mendapat 500 lebih komentar.

Penghapusan foto tersebut juga mendapat tanggapan dari warganet.

Kemenkominfo, lewat Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Pangerapan, mengatakan bahwa, penghapusan foto tersebut "bukan dari pemerintah".

"Pengendalian konten yang kami lakukan hanya terkait pada ilegal konten sesuai perundangan, seperti, pornografi, radikalisme yg mengarah pada terorisme, peredaran makanan dan obat-obatan tanpa izin dari BPOM, atau soal pelanggaran HAKI," kata Samuel pada BBC Indonesia, Selasa (6/5).

Samuel juga menambahkan bahwa, "Tiap platform punya standard community, di dalamnya ada mekanisme pengajuan keberatan apabila ada hal-hal yg berimplikasi pada penggunanya. Ini mekanisme standar. Janganlah semuanya dibawa ke ranah politik."

Lewat pernyataannya, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan bahwa, "Secara teknis, yang mungkin terjadi adalah pemilik akun sendiri yang menurunkan atau Instagram atas aduan masyarakat atau komunitas pengguna Instagram."

Dalam panduan komunitasnya, Instagram menyebut beberapa aturan soal foto-foto yang dilarang.

"Atas berbagai alasan, kami tidak membolehkan foto telanjang di Instagram," menurut panduan tersebut.

Mereka juga menulis bahwa, "Instagram bukanlah tempat untuk mendukung atau memuji terorisme, kejahatan terorganisir, atau kelompok kebencian. Menawarkan jasa seksual, membeli atau menjual senjata api serta obat ilegal dan resep (meski legal di area Anda) juga tidak dibolehkan."

Pengamat media sosial Nukman Luthfie juga mengatakan bahwa Instagram tak pernah mengumumkan apa penyebab suatu foto diturunkan.

"Tapi kalau (fotonya) diturunkan, di-posting lagi foto yang sama, terus diturunkan lagi, itu sudah pasti melanggar aturan mereka, sama saja ngajak Instagram berantem. Mereka kan punya algoritma yang tahu ini foto yang sama," kata Nukman.

Hak atas foto PA 212
Image caption Prabowo Subianto bertemu dengan Amien Rais saat menjalankan ibadah umroh di Mekah.

Kemungkinan lain, menurut Nukman, adalah banyak pengguna yang melaporkan foto tersebut.

"Semakin banyak akun yang melaporkan, semakin diperhatikan (oleh Instagram), apalagi kalau yang melaporkan akun-akun yang berpengaruh, semakin dapat perhatian. Dan cara lapornya benar, karena kadang-kadang orang melapor tapi nggak benar cara melapornya," kata Nukman.

Pada Maret 2018 lalu, Instagram juga pernah menghapus foto dari akun Ustaz Salim A. Fillah di @salimafillah bersama dengan Rizieq Shihab.

Screenshot yang diunggah di akun @salimafillah juga menyatakan bahwa fotonya bersama Rizieq Shihab juga dianggap melanggar aturan komunitas. Unggahan tersebut disukai hampir 21.000 kali dan mendapat lebih dari 1.000 komentar.

Sebelumnya, Instagram pernah memblokir akun Instagram Ustaz Abdul Somad pada Februari 2018 lalu. Saat itu, pemerintah lewat Kementerian Kominfo langsung bereaksi meminta Instagram untuk memberikan penjelasan.

Kementerian Kominfo lewat Dirjen Aptika Samuel Pangerapan juga menyatakan tak pernah minta pemblokiran akunn.

Topik terkait

Berita terkait