Najib Razak: 'Brankas penuh batu permata' dan 'hadiah dari orang' yang dipertanyakan

Najib Razak dan Rosmah Mansor Hak atas foto AFP
Image caption Najib Razak dan Rosmah Mansor dalam foto yang diambil pada 28 April lalu.

Barang-barang mewah yang disita oleh polisi, termasuk ribuan perhiasan, tas mewah, disebut mantan PM Malaysia Najib Razak sebagian besar merupakan hadiah termasuk dari tamu asing, pernyataan yang menyebabkan perdebatan di media sosial.

"Keluarga Najib Razak tetap mempertahankan bahwa penyitaan oleh polisi adalah sebagian besar pemberian dari teman, tamu asing, termasuk tamu kerajaan kunjungan resmi serta juga acara keluarga seperti pesta ulang tahun, peringatan, pernikahan dan pertunangan," kata Najib melalui Facebook dan Twitter, yang menuai ribuan komentar.

Kepolisian menyita lebih dari 10.000 perhiasan dan barang-barang mewah seperti tas Hermes dengan nilai diperkirakan sekitar RM1,1 miliar (Rp3,8 triliun), penyitaan yang digambarkan sebagai terbesar dalam sejarah Malaysia.

"Bohong dan penipu," kata sebagian dari ribuan komentar termasuk akun atas nama Lokman Muhammad melalui Facebook Najib.

Hak atas foto EPA
Image caption Rosmah Mansor meninggalkan Komisi Anti Korupsi Malaysia 5 Juni lalu.

Komentar lain, Idayu Hssn menulis, "Siapa yang baik hati memberikan hadiah ke Najib sementara banyak rakyat yang miskin tak mendapat apapun."

Tapi ada pula pendapat melalui Twitter, SJ @zanjaf, yang menyebut, "Agar adil, Mahathir juga harus mengumumkan pemberian yang ia terima selama kepemimpinan 22 tahun."

Penyitaan yang dilakukan kepolisian ini terkait dugaan kasus dugaan korupsi hampir Rp64 triliun di lembaga investasi negara, 1Malaysia Development Berhard.

Mengapa tak diumumkan?

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi mengumumkan perhiasan dan permata serta barang mewah lain pada Rabu (27/06) yang disita dari kediaman Najib Razak.

PM Mahathir Mohamad membentuk satuan tugas untuk menyelidiki dugaan korupsi 1MDB, yang dibentuk Najib Nazak pada 2009 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Gugus tugas mengumumkan Jumat (29/06) mereka telah membekukan rekening bank sejumlah individu dan milik partai politik Najib, UMNO, yang diduga menerima dana dari 1MDB.

Penyelidikan 1MDB termasuk dugaan pemutihan uang di paling tidak enam negara.

Berbagai pertanyaan lain kepada Najib melalui media sosial termasuk akun Ayyman @hisbulaiman, "Mengapa tak diumumkan dari awal? Tiara, perhiasan itu juga hadiah?"

Hak atas foto AFP
Image caption Polisi Amar Singh menunjukkan foto hasil sitaan di kediaman Najib Razak.

Pengguna lain, Heikal Rosnan @heikalrosnan menjawab pertanyaan soal barang Mahathir dengan menyebut "Hadiah Tun M hampir semua sudah lama diumumkan dan diserahkan dalam museum. 22 tahun pun tak sampai RM1 miliar. Tak masuk akal."

Terkait penyitaan barang-barang mewah ini, Najib mengatakan "sebagian barang yang disita milik sanak keluarga dan berbagai pihak ketiga. Mereka sekarang mulai proses legal untuk mengambil barang-barang itu dari polisi," kata Najib.

Barang-barang yang disita pihak kepolisian termasuk lebih dari 400 jam, 567 tas tangan dan 12.000 perhiasaan termasuk sebuah kalung senilai lebih US$1.000.000 atau Rp14 miliar.

Najib yang koalisinya Barisan Nasional kalah dalam pemilu bulan Mei lalu, dikaitkan dengan skandal 1MDB sementara istrinya Rosmah Mansur dikritik karena gaya hidup dengan belanja barang-barang mewah.

'Brankas penuh perhiasan'

Hak atas foto AFP
Image caption Rosmah setelah pemeriksaan di komisi anti korupsi Malaysia.

Anak tirinya, Azrene Ahmad, menyebut baik Najib dan istrinya menuai apa yang mereka lakukan dan menuduh mereka "rakus."

Dalam unggahan setelah Najib kalah dari pemilihan umum, Azrene yang menyatakan keluar dari rumah keluarga karena tak tahan lagi, menuduh Najib dan ibu kandungnya, "menuai apa yang mereka tanam."

"Saat saya beranjak dewasa, saya melihat keegoisan dan kerakusan," tulisnya dalam unggahan di Facebook dan Instagram pada 10 Mei lalu.

"Jumlah uang dalam koper berpindah tangan dan digunakan seperti layaknya air bukan untuk kepentingan rakyat tapi dipakai seperti air untuk membeli perhiasan, menyuap pejabat dan untuk mengejar kekuasaan lebih besar."

"Brankas penuh dengan perhiasan, batu permata dan uang tunai yang dikumpulkan," katanya lagi.

Ia juga menyebutkan dokter estetika termasuk yang sering datang ke rumah keluarga itu mengacu pada dugaan operasi plastik yang dilakukan Rosmah.

"Kamu menuai apa yang kamu tanam, tak lebih tak kurang. Tuhan menjawab doa rakyat. Tuhan menjawab doa keluarga saya. Kamu pada akhirnya digeser."

"Saya berdoa agar kamu menggunakan pengalaman ini untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar," tambah Azrene dalam unggahan yang dibagikan 72.000 kali dan komentar ribuan dengan sebagian memuji keberaniannya mengungkap apa yang terjadi di keluarga Najib.

BBC Indonesia berusaha mengontak Azrene namun belum mendapatkan tanggapan.

Komisi Anti Korupsi Malaysia, MACC, menyebutkan dalam situsnya para pegawai negeri dilarang menerima pemberian apapun dari siapapun dan harus dilaporkan ke komisi.

Najib Razak dan Rosmah Mansor menikah pada 1987 dan memiliki dua anak. Rosmah memiliki dua anak lain dari pernikahan pertamanya, sementara Najib punya tiga anak.

Topik terkait

Berita terkait