Tagar #AsianGamesGemes2018: Mempromosikan ajang olahraga atau mengobjektifikasi para atlet?

Petugas PPSU membuat mural bertema Asian Games 2018 di Kemanggisan, Jakarta, Kamis (5/7). Mural tersebut dibuat untuk menyambut Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang. Hak atas foto ANTARA/Rivan Awal Lingga
Image caption Petugas PPSU membuat mural bertema Asian Games 2018 di Kemanggisan, Jakarta, Kamis (5/7). Mural tersebut dibuat untuk menyambut Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang.

Pelaksanaan ajang olahraga besar Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus 2018 nanti, namun gaungnya dianggap masih belum cukup kuat sehingga muncul tagar #AsianGamesGemes2018 untuk meramaikannya.

Tetapi muncul perdebatan di kalangan warganet yang menyebut tagar tersebut justru mengobjektifikasi para atlet, daripada mempromosikan Asian Games.

Beberapa cuitan yang menggunakan tagar tersebut dan banyak disebarkan termasuk soal Grace Joselini, 'tim medis cantik di Asian Games 2018', pemanah Dellie Threesyadinda, karateka Ceyco Georgia, atlet wushu Lindswell Kwok, sampai pebasket Daniel Timothy Wenas.

Akun media sosial resmi Nazril Irham atau Ariel, musisi dari band Noah, pun ikut menggunakan tagar tersebut untuk menyebarkan video soal pesenam Rifda Irfanaluthfi.

Namun upaya promosi menggunakan tagar #AsianGamesGemes2018 itu pun menjadi perdebatan di kalangan warganet yang melihat bahwa tagar tersebut, alih-alih mempromosikan ajang olahraga yang akan dimulai pada 18 Agustus 2018, malah dinilai lebih menonjolkan penilaian akan penampilan fisik para atlet.

Meski begitu, ada juga yang menganggap bahwa penggunaan tagar tersebut lebih sebagai upaya untuk menggaungkan soal pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Lewat cuitannya, penggagas tagar tersebut menyatakan bahwa tagar tersebut dimulai karena "bahasannya masih melulu ttg infrastruktur/joget-joget/musik-musik/dan politik. Banyak yang nggak tertarik ngebahas atletnya" selain juga bahwa tudingan "menganggap semata-mata fisik mengabaikan perjuangan dan usaha para atlit" sebagai sesuatu yang "terlalu jauh".

Salah satu penggagas tagar tersebut, Wicaksono atau @ndorokakung, mengatakan bahwa dia dan dua rekannya (@motulz serta @ainunchomsun) sempat melihat velodrome di Jakarta Timur untuk Asian Games dan merasa ajang olahraga itu kurang mendapat promosi.

Hak atas foto ANTARA/WAHYU PUTRO A
Image caption Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri) mencoba sepeda BMX ketika meninjau lokasi penyelenggeraan kompetisi BMX untuk Asian Games di BMX International Center Pulomas, Jakarta, Jumat (29/6).

Tagar itu pun mereka munculkan sebagai "murni ikut sumbang saran atau berperan meramaikan Asian Games".

"Kami gemas kok kayaknya gemanya kurang kencang, maka muncul tagar itu, karena kegemasan akan minimnya promosi Asian Games. Ini kan sebetulnya tidak dibikin secara serius, tidak pakai target, tidak pakai harapan muluk-muluk, mungkin promonya kurang kekinian gitulah.

"Kami nggak peduli (tagar) itu orang akan banyak ikut, syukur-syukur kalau ada yang ikut, kalaupun tidak ada ya tidak apa-apa," katanya pada BBC News Indonesia, Minggu (8/7).

Menurut Wicaksono, format video profil para atlet yang mereka sebarkan memang dipilih karena video "salah satu jenis konten yang paling berpotensi viral untuk viral".

Dan mereka memilih atlet untuk dipromosikan karena mereka "ingin mempromosikan pelaku utama dari pesta olahraga, itu kan atlet". Namun profil akan para atlet itu dinilainya kurang banyak muncul di media sosial.

Hak atas foto ANTARA/Rivan Awal Lingga
Image caption Penyanyi Via Vallen (tengah) menyanyikan salah satu lagu "Theme Song Asian Games 2018" dalam Konser 50 Hari Menuju Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (30/6).

Maka mereka pun meminta saran dari para warganet akan atlet-atlet yang mereka idolakan yang nantinya bisa dibuat video profilnya untuk disebarkan. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa tagar tersebut justru menonjolkan fisik para atlet daripada soal perhelatan Asian Games?

Menurut Wicaksono, penampilan fisik bukanlah kriteria yang mereka pilih untuk menyebarkan tagar tersebut.

"Tantangannya sebetulnya begini, daftar atlet itu, sejauh informasi yang kita dapatkan kan belum muncul, yang ditandatangani oleh chef de mission, siapa sih, atlet mana yang masuk? Akhirnya kami random saja mencari-cari di Google, atlet tim nasional Asian Games, dan yang muncul berdasarkan pencarian di Google ya itu," kata Wicaksono.

"Yang kedua, itu usulan dari netizen. Mungkin (atlet) yang muncul dianggap orang (kami) punya preferensi tertentu, orang bebas menafsirkan, tapi kalau kami tidak peduli, yang penting tujuan kami mencari atlet nasional Asian Games," tambahnya.

Hak atas foto ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Image caption Presiden Joko Widodo (tengah) berswafoto bersama Mensesneg Pratikno (kedua kanan), Kepala Bekraf Triawan Munaf (kedua kiri), Ketua Inasgoc Erick Thohir (kanan), Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di sela-sela meninjau Stadion Madya di Kompleks SUGBK Senayan, Jakarta, Senin (25/6).

"Jadi itu nggak ada urusan ukuran fisik atau gimana itu nggak ada," ujarnya lagi.

Presiden Joko Widodo juga sudah beberapa kali menyampaikan soal kurangnya promosi yang dilakukan menjelang Asian Games 2018.

Pada pertengahan dan akhir Juni lalu, Presiden membagikan jaket Asian Games 2018 pada warga di Bogor dan pada jurnalis istana dengan pesan agar para jurnalis turut mempromosikan Asian Games yang sebentar lagi berlangsung.

Hak atas foto ANTARA/GALIH PRADIPTA
Image caption Pekerja memasang media promosi Asian Games 2018 di depan Balai kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/7). Pemerintah akan meningkatkan promosi Asian Games guna menggaungkan perhelatan olahraga negara-negara Asia yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September mendatang.

Pada akhir Mei 2018, Presiden juga menyoroti promosi penyelenggaraan Asian Games yang dinilai belum optimal.

"Saya betul-betul ingin mendapat perhatian secara khusus karena saya lihat yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Senin (28/5).

Dan pada April 2018 lalu, di rapat kabinet terbatas, Jokowi juga menyatakan bahwa pelaksanaan Asian Games seharusnya bisa dipromosikan dengan lebih gencar.

"Saya melihat terutama di sisi promosi untuk Asian Games ini baik di media lokal dan media internasional saya lihat berlum ada pergerakan yang signifikan," kata Jokowi saat itu.

Topik terkait

Berita terkait