Hujan hadiah untuk Lalu Muhammad Zohri, kebanggaan Indonesia hingga ASEAN

lalu muhammad zohri, juara, atletik, 100 meter, 100 m Hak atas foto Getty Images/KALLE PARKKINEN
Image caption Lalu Muhammad Zohri di Finlandia.

Beberapa pihak berlomba-lomba memberikan hadiah untuk Lalu Muhammad Zohri.

Bagaimana dengan dukungan sebelum pertandingan dan di masa depan kelak?

Atlet Indonesia Lalu Muhammad Zohri meraih medali emas nomor bergengsi lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletlik U-20 (di bawah usia 20 tahun) di Finlandia, Rabu (11/07).

Atlet kelahiran 1 Juli 2000 ini mencatat waktu 10,18 detik. Zohri mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

International Association of Athletics Federation (IAAF) melalui akun Twitter resmi mereka memberikan selamat kepada Lalu Muhammad Zohri, menegaskan bahwa ini adalah "kejadian bersejarah".

"Lalu Muhammad Zohri menjadi orang Indonesia pertama yang pernah memenangkan medali di kejuaraan semacam ini," kata @iaaforg. "Lalu Muhammad Zohri sekali lagi membuktikan bahwa kita tidak boleh meremehkan kuda hitam."

Indonesia telah mengirimkan atletnya untuk mengikuti kejuaraan dunia U-20 ini dalam berbagai cabang, sebanyak 10 kali sejak 1986. Belum sekali pun Indonesia mendapatkan medali.

Prestasi atlet 18 tahun ini begitu membanggakan sehingga ribuan ucapan selamat berdatangan dari seluruh penjuru tanah air.

Presiden hingga politikus dan warga biasa pun mengucapkan selamat atas kemenangan Zohri.

Prestasi Zohri tak hanya membanggakan Indonesia, tapi juga ASEAN.

Akun resmi ASEAN pun memberikan selamat dan menegaskan bahwa Zohri adalah satu-satunya atlet ASEAN yang berkompetisi di kejuaraan U-20 untuk nomor lari 100 meter tahun ini.

Ada pun soal medali, bukan hanya orang Indonesia pertama, menurut catatan IAAF, Zohri juga adalah orang Asia pertama yang mendapatkan medali emas di kejuaraan dunia U-20 100 meter putra.

"Berarti ini pertama kali dalam sejarah olah raga atletik Indonesia, pemerintah harus memberi apresiasi yang besar bagi atlit itu agar bisa memberi spirit yang tinggi bagi atlet lainya," kata pembaca BBC Indonesia Lim Lereng.

"Saya tadi lihat di tv sampai meneteskan air mata. Seorang pelari tingkat dunia. Tanpa ada orang yang menyambutnya, tanpa tepuk tangan, tanpa ada orang di sekelilingnya," kata pembaca BBC Aisyah Soediro.

Komentar senada banyak dikemukakan oleh warganet. Apalagi, setelah mereka dikejutkan dengan kondisi rumah sang juara.

Dalam foto dari Antara di bawah ini kita bisa melihat rumah Zohri yang berdinding dari kayu dan gedek (anyaman bilah bambu), dan dilapisi lembaran koran yang sudah menguning.

Hak atas foto Antara/AHMAD ZUBAIDI
Image caption Baiq Fazilah (29), kakak kandung Lalu Muhammad Zohri menunjukkan sejumlah medali yang telah diperoleh adiknya, di rumah yang ditinggalinya bersama Lalu di dusun Karang Pangsor, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB.

Presiden Joko Widodo pun juga memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat untuk merenovasi rumah Zohri di Lombok, seperti disampaikan dalam siaran pers Deputi Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin.

Kemenpora Imam Nahrawi menyatakan akan memberi jaminan pendidikan, dan berjanji akan merenovasi rumahnya dengan dana pribadi.

Komandan Korem 162/Wira Bhakti, seperti dikutip dari Antara, pun berkunjung ke rumah keluarga Lalu di Lombok Utara menawarkan jalur khusus menjadi bintara TNI AD setelah Lalu lulus SMA.

Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Nampak depan rumah Zohri.

Meski bergelimang hadiah, warganet masih khawatir dengan masa depan Zohri.

"Penghargaan bukan hanya pada saat mengharumkan bangsa saja, namun pemerintah harus NIAT mensupport hidupnya," kata pembaca BBC Indonesia Teguh Rizqal Hadiy Satriyo. "3 waktu yang wajib di support untuk calon atlet yang ingin mengharumkan bangsa: 1. Pra, 2. Saat, 3. Pasca, 4. Dan continue."

Topik terkait

Berita terkait