Hari Anak Nasional: Prestasi anak-anak muda Indonesia di panggung internasional

Beberapa atlet muda Indonesia yang mendapat penghargaan dari Kemenpora termasuk dari cabang wushu, karate, dan catur. Hak atas foto Twitter/@Kemenpora_RI
Image caption Beberapa atlet muda Indonesia yang mendapat penghargaan dari Kemenpora termasuk dari cabang wushu, karate, dan catur.

Prestasi pelari Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter U-20 (di bawah usia 20 tahun) membuatnya diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo.

Tapi dia bukan satu-satunya atlet muda yang berprestasi di tingkat internasional, media sosial ramai dengan prestasi beberapa atlet Indonesia lain.

Presiden memuji Zohri sebagai 'orang besar'.

"Karena dengan segala keterbatasan dan kekurangan fasilitas, dengan ambisi yang besar, kerja keras, dan kegigihan ia bisa menjadi juara dunia," kata Presiden melalui Facebooknya.

Dia berpesan kepada Zohri agar tak lekas berpuas diri dan tetap giat berlatih menghadapi Asian Games 2018 dan pertandingan-pertandingan besar lainnya.

Zohri bukan satu-satunya atlet muda yang berprestasi di tingkat internasional.

Sebelumnya, ada Aries Susanti yang meraih medali emas di kejuaraan internasional panjat tebing, dan setelah itu, media sosial pun ramai dengan prestasi beberapa atlet Indonesia lain.

Hak atas foto ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
Image caption Siswa SMK Kesehatan Citra Medika mengenakan topeng pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri saat menyambut rombongan pembawa api Asian Games, di Sukoharjo, Jawa Tengah.

1. Atletik

Tak hanya pertama bagi Indonesia, Zohri adalah pelari dari Asia pertama yang berhasil meraih medali emas dalam nomor lari 100 meter putra U20.

Atlet kelahiran 1 Juli 2000 ini mencatat waktu 10,18 detik. Zohri mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

International Association of Athletics Federation (IAAF) melalui akun Twitter resmi mereka memberikan selamat kepada Lalu Muhammad Zohri, menegaskan bahwa ini adalah "kejadian bersejarah".

2. Panjat tebing

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Aries Susanti, 'Spiderwoman' Indonesia: Secepat ia memanjat saat berpuasa

Aries Susanti mendapat julukan 'Spiderwoman' karena kecepatannya memanjat tebing dan berhasil meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina, pada awal Mei 2018 lalu.

Dia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva.

Aries lahir di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejak SD dia telah aktif di bidang atletik, dan pada kelas 2 SMP dia mulai terjun ke dunia panjat tebing.

"Saat itu saya dikenalkan guru saya, Pak Yuli. Dan saya melihat di TV ada olahraga panjat tebing yang seru dan menantang. Saat itulah saya tertarik panjat tebing," katanya.

Dunia panjat tebing telah menjadi pilihan Aries. Sampai-sampai untuk menggeluti pilihannya secara serius, Aries meninggalkan bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sebagai mahasiswi S1 Manajemen.

"Semester tiga saya tinggal," katanya.

Tapi dia beharap, suatu saat bisa melanjutkan kuliahnya lagi setelah Asian Games.

3. Senam

Atlet dari cabang olahraga senam Rifda Iranaluthfi mendapat dua medali pada World Challenge Cup di Mersin, Turki.

Rifda mendapat medali perak dari nomor Horse Vault (Kuda-Kuda Lompat) dengan skor 13.400, sementara pada nomor Floor Exercise (Senam Lantai) dia meraih medali perunggu.

4. Wushu

Dalam ajang kejuaraan dunia wushu tingkat junior, 7th World Junior Wushu Championship di Brasilia, Brasil, pada 6 -16 Juli 2018 lalu, tim wushu junior Indonesia memenangkan dua emas, 10 perak dan tujuh perunggu.

Medali emas diraih oleh Lawrence Dean Kurnia dan Jevon Lionel Koeswoyo.

Jevon mendapatkan emas dari kategori Taiji jian A, ia juga meraih perak dari kategori Taiji Quan B, sementara Lawrence yang baru berusia 11 tahun meraih emas dari kategori Daoshu C.

Tim wushu junior yang mendapatkan total 19 medali mendapat uang pembinaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sebesar Rp200 juta.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada Senin (23/7) bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

Dalam pernyataannya, Imam mengatakan, "Ini bentuk penghormatan kita kepada anak-anak yang jadi juara internasional. Jadi, kita dorong mereka menjadi inspirator, menjadi motivator, sekaligus jadi idola bagi seluruh anak-anak Indonesia untuk menatap dunia."

5. Karate

Indonesia mendapatkan lima medali dalam Kejuaraan 15th Asian Karate Federation Senior Championship yang digelar di Amman, Yordania, pada 13-15 Juli 2018.

Dari dua belas atlet yang bertanding, satu medali perak diraih Cok Istri Agung Sanistya Rani dari nomor kumite putri perseorangan.

Selanjutnya mereka bertolak ke Kiev, Ukraina dan Tokyo, untuk mengikuti training camp sebagai persiapan tampil di Asian Games pada Agustus 2018 nanti.

Namun sebelumnya pada Desember 2017 lalu, atlet karate Fauzan Noor menjadi juara pada nomor Karate Tradisional Tingkat Dunia pada kejuaraan dunia International Traditional Karate Federation di Praha, Cek.

Setelah kemenangan Zohri menjadi viral dan membuat berbagai pihak memberikan bantuan padanya, warganet kemudian menyoroti soal tidak adanya bantuan yang diberikan pada Fauzan setelah kemenangannya pada tujuh bulan sebelumnya.

Cuitan seorang netizen yang disebarkan sampai lebih dari 18.000 kali menyebut bahwa, "...ada juara dunia lainnya yg tidak mendapatkan hal serupa (bantuan)."

Namun lewat situs resminya, Kemenpora sempat mengeluarkan pernyataan, "Tidak ada maksud sama sekali dari Kemenpora untuk tidak memberikan perhatian pada Fauzan Noor atas prestasinya di kejuaraan dunia karate tradisional. Kemenpora menyampaikan kebanggaan atas prestasi yang telah diperoleh oleh Fauzan Noor, dan diharapkan terus meningkat prestasinya."

Dan pada Senin (23/07), Kemenpora memberikan bonus Rp40 juta untuk Fauzan Noor serta Rp25 juta untuk pelatih Fauzan, Mustafa, bersama dengan pemberian bonus untuk atlet-atlet berprestasi lainnya.

6. Catur

Samantha Edithso yang masih berusia 10 tahun menjadi juara dunia pada ajang FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minsk, Belarusia, akhir Juni lalu.

Sama seperti terhadap atlet karate Fauzan Noor, Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan bonus Rp40 juta untuk Samantha.

Pada wartawan, Samantha mengatakan bahwa dia ingin "secepat mungkin" mencoba mendapat gelar grandmaster.

"Sekarang tuh rekor dunia itu umur 13-15 tahun. Saya mau pecahin rekor peraih grand master termuda dulu," katanya.

Selanjutnya, Samantha Edithso akan dikirim ke Shanghai, Cina, untuk mengikuti kompetisi catur Eastern Asian Youth mulai 1 hingga 10 Agustus 2018.

Topik terkait

Berita terkait