Gempa Lombok: Kenapa ada dua gempa berturutan dan separah apa gempa susulannya?

Pengendara sepeda motor melintas dekat rumah yang roboh pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Pengendara sepeda motor melintas dekat rumah yang roboh pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8).

Ahli geologi Danny Hilman Natawidjaja mengatakan bahwa dua gempa yang terjadi pada 28 Juli lalu serta pada Minggu (05/08) lokasinya sangat dekat antara satu dengan lainnya.

"Yang pertama, skalanya 6,4, sekarang tujuh, jadi lebih kuat," kata Danny Hilman pada BBC News.

Gempa kedua terjadi 15 kali lebih besar sehingga dampaknya lebih berbahaya. Skala Richter, menurut Danny, bukan skala linier melainkan skala logaritmik, sehingga gempa di skala tujuh artinya 30 kali lebih kuat dari gempa yang terjadi pada skala enam.

Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Sejumlah warga berada di halaman rumahnya pascagempa di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8).

Episentrum dua gempa itu dan kedalamannya kurang lebih sama. "Kedalaman gempa cukup dangkal, sehingga dampaknya lebih besar," kata Danny. Gempa kedua juga berdampak lebih besar dalam kerusakan yang ditimbulkan karena bangunan sudah lebih dulu rapuh karena gempa yang terjadi sebelumnya. "Saya dengar rumah-rumah yang tetap berdiri setelah gempa pertama kini sudah hancur," ujar Danny.

Danny juga memprediksi akan ada gempa-gempa susulan lainnya.

"Menurut saya, gempa pertama adalah gempa awal, dan gempa yang terjadi sekarang ini adalah yang utama. Di area itu, menurut saya, itu adalah gempa terbesar yang bisa terjadi, dan peluangnya kecil akan ada gempa lagi yang lebih besar," tambah Danny.

Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Wisatawan asing menyeret koper pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8).

Gempa-gempa susulan lain muncul, kemudian akan makin menurun. Dia memprediksi gempa susulan terbesar bisa mencapai skala 6.

"Biasanya gempa susulan akan berlangsung seminggu sebelum menghilang, tapi bisa juga sampai beberapa minggu," kata Danny.

Dampak kerusakan

Di media sosial, berbagai laporan akan skala kerusakan yang terjadi pun cukup beragam, seperti yang disampaikan oleh akun resmi lembaga penelitian LIPI yang menyatakan bahwa Balai Bio Industri Laut LIPI yang berlokasi di desa Pamenang, Teluk Kode, Lombok Utara, mengalami kerusakan.

Akun resmi Direktorat Jenderal Pajak juga mencuitkan soal kondisi Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar yang mengalami kerusakan akibat gempa, namun kini tetap melayani wajib pajak.

Akun resmi bagian humas dan protokol Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga membagikan foto-foto yang memperlihatkan beberapa fasilitas perkantoran, termasuk Kantor Bupati Lombok Barat yang berada di Kecamatan Gerung, mengalami kerusakan.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun media sosialnya, juga membagikan foto serta video dampak kerusakan gempa yang terjadi bukan hanya di Lombok, tapi juga sampai ke Bali.

Akun resmi Palang Merah Indonesia juga termasuk salah satu yang membagikan rekaman video dan foto-foto akan kondisi kerusakan yang terjadi akibat gempa, seperti di Poh Gading, Pringgabaya, Lombok Timur, Desa Belanting, dan di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.

Tim Basarnas juga terus melakukan evakuasi terhadap ribuan turis di tiga pulau lokasi wisata di wilayah Lombok Utara, NTB, setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

"Evakuasi menggunakan perahu karet, kemudian dibawa ke kapal milik Basarnas," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers, Senin (06/08).

Sejauh ini, tambahnya, dalam evaluasi tahap pertama sudah ada 200 orang yang sudah dievakuasi. "Mereka adalah WNI dan turis asing," ungkapnya.

Hak atas foto Antara/ZABUR KARURU
Image caption Petugas mengamati salah satu ruangan yang rusak akibat gempa di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8).
Hak atas foto Antara/AHMAD SUBAIDI
Image caption Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8).

Korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan tujuh pada Skala Richter di pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 91 orang.

Sampai sekitar pukul 08:00 WIB, menurut Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), setidaknya ada 91 orang meninggal dunia dan 209 orang mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi.

Topik terkait

Berita terkait